SERGAI,Sinarsergai.com – Belasan Petani Ubi di Dusun IV Desa Cempedak Lobang,Kecamatan Sei Rampah,Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, spontanitas berkumpul menyampaikan keluhan terkait harga Ubi Kayu alami penurunan. Akibat harga Ubi turun, kini para petani mulai terancam “Gulung Tikar” dampak dari turun harga normal nya Ubi perkilogram Rp. 1350, kini menjadi Rp.740/kg.
Dengan harga tersebut, jelas menambah beban derita petani. Pasalnya, biaya perawatan dan pupuk cukup mahal sehingga tidak sesuai lagi dengan harga jual Ubi.
Untuk itu, kami petani disini berharap dan meminta Pemerintah Kabupaten Sergai menaikan harga ubi perkilogram sebesar 1350 rupiah.
Desa Cempedak Lobang merupakan salah satu penghasil Ubi dan ada seluas 500 hektar di Dusun Empat. Dalam satu rante petani bisa menghasilkan Ubi sebanyak 1,5 ton yang dirawat.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Mula Warman, petani Dusun Empat Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai,Sumatera Utara,Rabu (24/9/2025).
Diperkirakan seluas 500 hektar lahan yang ditanami Ubi. Jika harga Ubi terus turun, petani disini bisa gulung tikar.
Ungkapan sama juga disampaikan oleh Lina, 63 tahun, seorang Pengupas Ubi di Dusun Empat, ia merasa semakin sengsara dan terjepit dengan turun nya harga Ubi saat ini. Sementara Pajak Bumi Bangunan (PBB) naik, gimana kami ini pak pemerintah, tolong naikan harga Ubi. Turunkan harga pupuk. Ujarnya disambut petani lainnya.(Wid)













