Banda Aceh, SinarSergai.com-Usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2025 di Jakarta, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, langsung bertolak ke Kantor Wilayah untuk melaksanakan rapat bersama Pejabat Struktural, Rabu (17/12/2025).
Rapat tersebut membahas implementasi Program Aksi Kemenimipas serta penguatan mitigasi risiko bencana sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan organisasi, khususnya pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Aceh.
Pada hari yang sama, Kakanwil melanjutkan kegiatan dengan memberikan arahan kepada para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Aceh terkait langkah-langkah strategis pemulihan pascabencana. Arahan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal, terkoordinasi, dan tepat sasaran, baik dari aspek fisik maupun nonfisik.
Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung dan monitoring ke sejumlah Lapas dan Rutan yang terdampak banjir, di antaranya LPP Sigli, Lapas Lhoksukon, Lapas Lhokseumawe, Lapas Langsa, Lapas Narkotika Langsa, serta Lapas Kuala Simpang yang mengalami dampak paling ekstrem.
Sebagai bentuk respon cepat dan kepedulian terhadap kondisi petugas serta warga binaan, Kakanwil bersama Tim Kantor Wilayah juga telah mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke UPT terdampak. Selain itu, Kakanwil menegaskan komitmennya untuk segera menjangkau UPT yang hingga kini masih terisolir akibat akses jalan terputus, yakni Rutan Bener Meriah, Rutan Takengon, dan Lapas Blangkejeren.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Kanwil Ditjenpas Aceh telah menerima bantuan kemanusiaan dari Kemenimipas Peduli sebesar Rp1,2 miliar yang akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pemulihan di UPT terdampak.













