Parit di Desa Matapao Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah – Sinarsergai
Daerah

Parit di Desa Matapao Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

×

Parit di Desa Matapao Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Sebarkan artikel ini

SERGAI,Sinarsergai.com – Tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan Umum di Desa Matapao, yang menghubungkan ke Desa Pasar Kecamatan Teluk Mengkudu,Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pagi ini Jum’at (2/1/2026), tampak sudah dibersihkan dan berkurang.

Tumpukan sampah ini sempat viral di media online dan media sosial, karena masyarakat dan pengguna jalan alami keresahan terhadap aroma busuk dari tumpukan sampah tersebut.

Ternyata berkurangnya tumpukan tersebut bukan dikarenakan diangkut oleh petugas dengan mobil angkut sampah, melainkan sampah tersebut sebahagian dibuang ke parit.

*Fungsi Parit Berubah *

Tumpukan beraneka sampah yang dimasukan ke dalam parit menjadikan fungsi parit menjadi berubah. Semestinya ke ersihan parit dijaga jangan sampai tersumbat oleh sampah.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Parit yang bersih dapat mengalirkan air sehingga bisa mencegah genangan, dan mengendalikan banjir di lahan pertanian, jalan, dan lingkungan rumah, dengan cara menampung sementara dan menyalurkan air hujan ke saluran pembuangan atau area resapan. Selain itu, parit juga berfungsi untuk irigasi (mengairi tanaman), sebagai struktur pertahanan historis, dan kini bisa menjadi habitat satwa liar atau bagian dari sistem sanitasi. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum ALISSS (Aliansi Peduli Bersama Masyarakat Indonesia) Jaliludin yang akrab disapa OK. Naok.

Sementara Nek Sumiati (70) warga Dusun II Desa Pasar Baru Kecamatan Teluk Mengkudu, mengungkapkan, aroma busuk dari tumpukan sampah sangat menggangu aktivitas di rumah,terutamadi malam dan sore hari, dan terkadang siang juga aroma busuk itu memasuki di dalam rumah.

Pemerintah Kabupaten Sergai tolong perhatikan sampah ini dan banyak warga yang sudah terganggu juga resah. Tolong siap tempat pembuangan sampah, kalau sampah dari rumahnya langsung dibakar tanpa menunggu menumpuk. Kasihan masyarakat jadi korban tumpukan sampah. ujarnya.

Kepala Desa Matapao Saman dan Sekretaris Sayuti yang dihubungi via WhatsApp,Jum’at (2/1/2026) sekira pukul 09.54 WIB, dimintai tanggapan terkait tumpukan sampah hingga pukul harum jam menunjukan 10. 40 WIB, tidak ada jawaban. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *