JAKARTA, KEMENDUKBANGGA/BKKBN – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberi perhatian khusus kepada Kabupaten Minahasa Selatan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 28,1 persen, masih berada di atas target nasional.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan dinilai memiliki modal kuat untuk mempercepat penurunan stunting. Hal ini tercermin dari diraihnya Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Tingkat Nasional, yang menunjukkan komitmen dan praktik baik di tingkat daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Pusat, Rabu (14/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pelaksanaan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN di Minahasa Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Isyana menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dalam mewujudkan visi pembangunan Presiden, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus dimulai sejak dini, dan percepatan penurunan stunting menjadi langkah penting.
Wamen Isyana juga menekankan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi. “pencegahan stunting kan bukan hanya dari gizinya saja, tapi faktor-faktor pendukung pun juga bisa menyebabkan seorang anak stunting” tegasnya. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus menyentuh berbagai aspek, mulai dari kesehatan, sanitasi, pola asuh, hingga lingkungan sosial keluarga. Salah satu upaya konkret yang terus didorong Kemendukbangga/BKKBN adalah Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.












