Perkembangan Percepatan Penanganan Darurat dan Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra pada 15 Januari 2026 – Sinarsergai
DaerahNasional

Perkembangan Percepatan Penanganan Darurat dan Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra pada 15 Januari 2026

×

Perkembangan Percepatan Penanganan Darurat dan Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra pada 15 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara hingga Kamis, 15 Januari 2026. Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.

 

Dalam perkembangan terkini, tidak ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.190 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 141 orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 131.521 jiwa.

 

Seiring dengan membaiknya kondisi lapangan, jumlah pengungsi menunjukan tren penurunan yang signifikan. Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke lingkungan asalnya. Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni kembali.

 

Pemasangan jembatan “Totor Darus” atau Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah yang menghubungkan Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Permata, telah selesai pada (14/1), sehinggga dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Jalur ini merupakan jalan yang menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah. Sebagai ungkapan Syukur atas perbaikan fasilitas tersebut, dilakukan juga “Peusijuek”, yakni tradisi adat khas Aceh berupa ritual tepung tawar yang melambangkan doa, rasa syukur, dan permohonan keselamatan, keberkahan, serta keharmonisan. _Peusejuk_ dilaksanakan bersama unsur TNI, aparatur desa Bersama dengan masyarakat setempat.

 

Tak hanya itu, kegiatan pembersihan kawasan terus dilakukan terutama di akses-akses jalan, saluran air, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya di wilayah Aceh. Dukungan layanan air bersih dengan pembuatan sumur bor terus dilakukan di beberapa titik, diantaranya yakni Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *