MEDAN, Sinarsergai.com — Senja di Jalan Pangeran Diponegoro terasa berbeda pada hari kedelapan Ramadan 1447 H, Kamis (26/2/26). Ratusan jamaah memadati lantai dasar Masjid Agung Medan untuk berbuka puasa bersama.
Namun sore itu, suasana menjadi lebih istimewa dengan hadirnya seorang ulama asal Gaza, Palestina, Dr. Ammar bin Azmi bin Saleh bin Muhammad Al-Rafati Al-Jilani Al-Hasani.
Kehadiran Syeikh Ammar disambut langsung oleh Sekretaris Badan Kenaziran, H. Yuslin Siregar, didampingi salah seorang donatur, H. Indra Utama.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi Ramadan, melainkan momentum penguatan ukhuwah Islamiyah lintas bangsa di tengah tantangan kemanusiaan global.
Syeikh Ammar mendoakan seluruh jamaah dan para donatur agar senantiasa berada dalam rahmat dan lindungan Allah SWT. Doa itu diamini serempak oleh jamaah, sebagian tampak menitikkan air mata, larut dalam suasana haru kebersamaan.
H. Yuslin Siregar menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan salam dari para donatur, di antaranya H. Musa Idishah (Dodi Anif), H. Indra Utama, H.T. Soelaiman, H. Yuslin Siregar, H.T. Dzulmi Eldin, H. Suhardi SE (Aroma), H. Aldi Subartono, H. Chandra Lubis (ALS), dan Azis Balatif.
Dalam dialog bersama pengurus masjid—yang turut dihadiri H. Abdullah Matondang, Rianto, Zurizal Yusuf, H. Muslim Siregar dan lainnya—Syeikh Ammar menekankan pentingnya menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan ilmu dan solidaritas sosial.
Menurutnya, perjuangan terbesar umat hari ini adalah melalui pendidikan dan pengajaran nilai-nilai kebaikan.
Ia mengingatkan bahwa orang-orang yang mengajarkan kebaikan dan membimbing generasi muda memiliki kemuliaan tersendiri karena didoakan oleh seluruh makhluk Allah SWT.
Spirit inilah yang, menurutnya, harus terus dihidupkan di masjid-masjid, termasuk Masjid Agung Medan.
Usai berbuka, Syeikh Ammar menjadi imam Shalat Maghrib, Isya, Tarawih, dan Witir, dengan muazin Ustadz Nasri Harahap, S.E. Sementara Imam Masjid Agung, Ustadz Dr (C) Syu’aib Daulay, M.Ag, turut menjadi makmum Bakda Tarawih Syeikh memberikan tausyiah.













