BINJAI,Sinarsergai.com – Kondisi jalan di seputaran Pasar Tavip saat ini tentu menjadi perhatian bersama. Pasar Tavip bukan sekadar pasar biasa, tetapi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Binjai.
Setiap hari kawasan ini dipadati pedagang, pembeli, pekerja, dan masyarakat yang menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kami cukup menyayangkan ketika perbaikan jalan yang sebelumnya sempat masuk dalam perencanaan dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar justru tidak lagi menjadi prioritas pada tahun 2026.
Padahal kondisi jalan yang rusak sudah lama dikeluhkan masyarakat dan dampaknya dirasakan langsung oleh pengguna jalan maupun para pedagang di kawasan tersebut.
Ketua IMPEB, Jek Pasaribu, Minggu (23/5/2026), menyampaikan bahwa pemerintah memang memiliki keterbatasan anggaran dan harus menentukan skala prioritas. Namun, di sisi lain pemerintah juga perlu melihat kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kami memahami adanya keterbatasan anggaran daerah, tetapi Pasar Tavip merupakan kawasan dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Jalan yang rusak bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat serta keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai persoalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat terus tertunda tanpa adanya kepastian penyelesaian,” ujar Jek Pasaribu.
Melalui IMPEB, kami berharap Pemerintah Kota Binjai dapat kembali meninjau persoalan ini dan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di kawasan Pasar Tavip.
Pembangunan seharusnya hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada titik-titik yang menjadi akses penting bagi kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat setiap harinya. (Eg)













