Medan, Sinarsergai – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Medan menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan dalam audiensi yang digelar di Kantor PLN UP3 Medan, Jalan Listrik, Medan, Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara insan media siber dan PLN, sekaligus membahas perkembangan sistem kelistrikan setelah terjadinya blackout yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua SMSI Kota Medan, Irwan Manalu, bersama Sekretaris Pran Hasibuan, Bendahara Zulfahmi, Kepala Bidang Pendidikan Mega Sihombing, Kepala Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Agung Panca Citra, serta Mei Leanda.
Kedatangan rombongan SMSI diterima Manager PLN UP3 Medan, Hariadi Poel, yang didampingi Lasson Padang dari Bagian Umum. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan dengan pembahasan yang berfokus pada pelayanan kelistrikan serta pentingnya penyebaran informasi yang tepat dan terpercaya kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Hariadi Poel menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik di Medan dan wilayah sekitarnya saat ini terus menunjukkan perbaikan setelah gangguan blackout yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, PLN terus melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan jaringan serta mengurangi potensi terjadinya gangguan serupa di masa mendatang.
“Pasokan listrik kini berangsur normal pasca-blackout. Kami terus melakukan berbagai langkah perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat semakin optimal,” ujar Hariadi.
Ia menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemeliharaan jaringan secara berkala serta penguatan infrastruktur kelistrikan guna memastikan pasokan listrik tetap terjaga bagi seluruh pelanggan.
Sementara itu, Ketua SMSI Kota Medan Irwan Manalu menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi antara penyedia layanan publik dan masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan perlu terus dibangun agar informasi terkait pelayanan kelistrikan dapat tersampaikan secara utuh, objektif, dan berimbang.













