Soal Kejadian Napi Kabur dari Lapas Narkotika Langsa kelas IIB Kanwil DitjenImimpas Aceh Belum Terima Laporan CCTV Rusak. – Sinarsergai
AcehDaerah

Soal Kejadian Napi Kabur dari Lapas Narkotika Langsa kelas IIB Kanwil DitjenImimpas Aceh Belum Terima Laporan CCTV Rusak.

×

Soal Kejadian Napi Kabur dari Lapas Narkotika Langsa kelas IIB Kanwil DitjenImimpas Aceh Belum Terima Laporan CCTV Rusak.

Sebarkan artikel ini

LANGSA,Sinarsergai.com-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdanyi Boy, mengaku belum menerima laporan terkait kerusakan kamera pengawas atau CCTV di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Langsa, menyusul kaburnya seorang narapidana kasus narkotika yang dijatuhi hukuman seumur hidup (sebelumnya tertulis napi hukuman mati).

 

Saat dikonfirmasi Media Online pada Jum’at (23/10/2026), Ramdanyi mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut.

 

“Kami masih melakukan investigasi, Mas,” ujar Kanwil DitjenImimpas Aceh Ramdani Boy.

 

Muraya open recruitment

Ketika ditanya mengenai pengakuan Kepala Lapas Narkotika Langsa bahwa sejumlah CCTV dalam kondisi rusak, Ramdanyi menyatakan belum menerima laporan mengenai hal itu.

 

“Belum ada laporan,” tulisnya singkat.

 

 

Sebelumnya, Muhammad Yacob alias Acob, narapidana kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman seumur, dilaporkan melarikan diri dari Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa pada Senin (19/10/2026), menjelang waktu salat Subuh.

 

Yacob diduga melarikan diri dengan memanjat tembok lapas yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter.

 

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, Anggit Yongki Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026).

 

“Benar, Muhammad Yacob alias Acob melarikan diri dari lapas. Yang bersangkutan menderita TBC dan sedang menjalani isolasi,” kata Anggit.

 

 

Menurut Anggit, Yacob telah menjalani masa hukuman sekitar dua tahun di Lapas Narkotika Langsa. Kondisi fisiknya disebut kurus dengan berat badan sekitar 45 kilogram akibat penyakit yang dideritanya.

 

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan terali besi yang telah dijebol serta tali di bagian dalam dan luar tembok lapas. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan cara narapidana tersebut melarikan diri.

 

Pihak lapas telah membentuk tim pencarian dan berkoordinasi dengan Polres serta Polsek setempat. Penelusuran juga dilakukan terhadap pihak keluarga Yacob.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *