Dikutip dari Kompas.com, Partai Dr M, julukan Mahathir
Mohamad, Partai Bersatu, memilih untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan
yang menang pemilu Mei 2018. “Wan Azizah adalah penjabat perdana
menteri,” ujar sumber yang dikenal dekat dengan Anwar Ibrahim yang merupakan
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR). Adapun dalam pemerintahan, Wan Azizah
selain menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, juga mengemban tugas sebagai
Menteri Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat. Di saat bersamaan,
sumber itu juga menerangkan Menteri Ekonomi Azmin Ali yang juga Wakil Presiden
PKR dipecat oleh Anwar. Begitu juga dengan Menteri Perumahan dan Pemerintahan
Lokal Zuraida Kamaruddin, notabene tangan kanan Azmin Ali, juga terdepak.
Dia menuturkan dalam pertemuan tersebut, mereka menyepakati
keluar, begitu juga dengan anggota Bersatu yang masih ada di parlemen. Sebelumnya,
Dr M, julukan Mahathir, menyerahkan surat kepada Raja Malay Yang di-Pertuan
Agong Sultan Abdullah Senin siang waktu setempat. Kabar tersebut muncul setelah
Bersatu secara mengejutkan bertemu perwakilan Organisasi Nasional Melayu
Bersatu (UMNO) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS). Pembentukan koalisi baru
berarti bubarnya koalisi berkuasa Pakatan Harapan serta batalnya kesepakatan
transisi kekuasaan antara Mahathir dengan politisi senior Anwar Ibrahim.
Seperti diketahui, Pakatan Harapan telah sepakat Anwar akan menggantikan
Mahathir pada Mei 2020.(R-06/Kmp)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim
Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama”, https://internasional.kompas.com/read/2020/02/24/14340971/mahathir-mundur-istri-anwar-ibrahim-berpeluang-jadi-pm-perempuan.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo





