Soal Dugaan Ijazah Palsu Oknum Kades Lubuk Hulu, Kejari Batubara :  Masih Tahap Penyelidikan

Batubara, Sinarsergai.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara Mulyadi Sajaen melalui Kasi Intel Jefri Simamora mengapresiasi atas dukungan penuh dari mahasiswa Batubara terhadap penanganan kasus perkara diwilayah hukumnya. Masih kata Kasi Intel, siap didukung dan dikoreksi sejalan dengan persoalan penanganan kasus di Kejari setempat. “Bagi kami, aksi ini adalah bentuk dukungan sekaligus koreksi agar penangan kasus yang kami tangani dapat jauh lebih baik lagi,” Ujar  Kasi Intel Jefri Simamora saat menyambut aksi unjuk rasa Puluhan Mahasiswa Peduli Hukum di halaman kantornya, Rabu (12/2/2020). Terhadap pelimpahan kasus dugaan Ijazah Palsu Oknum Kades Lubuk Hulu Kecamatan Lima Puluh inisial B, Kasi Intel menyebutkan kasus tersebut sedang ditangani dan masih tahap penyelidikan. Dalam penanganan perkara itu, Kastel menjelaskan kasus tersebut belum bisa dibuka ke publik karena belum disidangkan ke pengadilan karena masih tahap pemeriksaan berkas dan saksi. “Mohon maaf, kami belum bisa menyampaikan kasus ini ke Publik karena masih tahap penyelidikan,” Terangnya. Meski demikian, ia mengaku akan menyampaikan perkembangannya jika pihak mahasiswa bisa berdelegasi untuk dialog diaula ruang kejari Batubara dengan dua perwakilan saja. Sebelumnya, Kordinator aksi mahasiswa Peduli Hukum Batubara Ahmad Fatih Sultan mendesak agar aparat penegak hukum membuka ke publik terkait perkembangan kasus dugaan ijazah palsu oknum kepala desa lubuk hulu Kecamatan Lima Puluh. Mereka juga meminta agar Kejari Batubara bekerja secara profesional membuka ruang ke publik terkait perkembangan kasus dugaan ijazah palsu yang kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka baru dari kasus itu. “Kami meminta kepada kejari Batubara agar tegak lurus dalam mengungkap kasus dugaan ijazah palsu yang dilimpahkan polsek Lima Puluh,” Tegas Kordinator aksi Ahmad Fatih Sultan dan kordinator lapangan M. Firdaus Fitra. Sekedar diketahui, selain pelimpahan kasus dugaan Ijazah Palsu Oknum Kades Lubuk Hulu sepekan lalu, Kejari Batubara juga belum menuntaskan kasus lima pegawai ASN Batubara terkait kasus penyalahgunaan anggaran klaim BPJS di RSUD Batubara beberapa tahun lalu. Dampak dari lambatnya penanganan kasus RSUD Batubara memunculkan asumsi negatif terhadap kinerja Aparat Penegak Hukum Batubara. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *