Lebih jauh Akhyar menjelaskan bahwa sampai saat ini dari data Dinas Kesehatan yang terhimpun, ada 142 warga bersatus orang dalam pemantauan (ODP), 21 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2 yang positif terjangkit Covid-19 di Kota Medan. Artinya ada peningkatan yang terjadi. Untuk itu, Akhyar berpesan warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kebersihan diri dan kondisi tubuh.
“Masyarakat kami himbau untuk mengisolasi mandiri dirinya di rumah masing-masing. Kurangi aktifitas diluar. Selain itu, jika merasakan gejala atau indikasi segera datang dan laporkan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Kami juga terus mendorong OPD dan semua pihak untuk menyediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan di lingkungan kerja dan tugas masing-masing. Saat ini juga, Pemko Medan tengah menghadirkan wastafel khususnya di area publik. Tetaplah disiplin pada protokol kesehatan yang ada,” pesannya.
Sementara itu, Dandim 0201/BS Kol Inf Roy J Hansen Sinaga juga menghimbau warga untuk mengikuti aturan dan himbauan yang disampaikan pemerintah. “Selain itu juga, kita akan lakukan patroli terutama bagi anak sekolah di masa belajar mandiri yang telah ditetapkan. Sifatnya bukan mengganggu, tapi ini himbauan demi keamanan kita bersama. Jaga diri dan sayang keluarga. Tetap panik berlebihan, namun juga jangan menganggap remeh,” ujar Dandim mengingatkan.
Sedangkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir menuturkan agar himbauan social distancing benar-benar dapat dilakukan masyarakat untuk menekan angka kasus Covid-19. Apalagi dari peninjauannya bersama Akhyar ke beberapa gudang distributor bahan pokok, dipastikan stok aman untuk memenuhi kebutuhan warga.
Usai meninjau RSU Sari Mutiara, Akhyar beserta rombongan kemudian meninjau RSU GL Tobing di Komplek PTPN II, Tanjung Morawa. Di sini, Akhyar juga ingin melihat sejauh mana kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat evakuasi warga. Hingga saat ini seluruh ruangan tengah dipersiapkan dengan bantuan dari personil TNI. (mar)