“Ya, ini tentu kita apresiasi. Pak Wali Kota membuka kantornya untuk masyarakat. Maka dengan begitu, akan terbangun rasa memiliki oleh masyarakat terhadap pemerintah daerahnya,” ungkap Rozi seraya mengatakan apa yang dilakukan itu sangat baik.
Meski demikian, kehadiran lokasi wisata kota baru ini, imbuh Rozi, diharapkan tidak hanya berhenti di Balai Kota Medan saja tapi juga ada di kawasan-kawasan lainnya. Apalagi, Kota Medan tidak memiliki potensi alam sebagai lokasi wisata, maka dari perlu pemanfaatan lokasi-lokasi lain menjadi objek baru wisata kota.
“Medan adalah kota besar yang memiliki banyak potensi. Kita bisa melihat contohnya dari kota-kota lain. Namun, upaya menghadirkan warna baru di masyarakat melalui lokasi wisata kota jangan sampai menimbulkan masalah baru juga seperti misalnya sampah. Artinya, semua harus mampu saling bekerja sama, termasuk masyarakat,” pesannya.
Sebelumnya, Bobby Nasution telah secara resmi membuka Balai Kota untuk masyarakat. Nantinya, setiap Sabtu malam, akan ada pagelaran seni, budaya serta pertunjukkan kekinian yang dihadirkan, juga stand-stand kuliner yang dapat menjadi teman bagi pengunjung untuk menikmati hiburan yang ditampilkan. Meski demikian, Bobby Nasution menegaskan agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat guna menghindari terjadinya penyebaran Covid-19.
“Bagi pengunjung yang masuk Balai Kota akan dibatasi jumlahnya dan harus mengikuti prokes. Kemudian, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai bukti pengunjung telah divaksin. Jadi, sebelum memasuki area Balai Kota, pengunjung harus terlebih dahulu melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi. Hal ini harus kita tekankan secara terus menerus,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.(rel/mar)
Masyarakat Senang Balai Kota Medan Jadi Destinasi Wisata
Administrator3 min baca