Pada kesempatan itu, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis bersama Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), juga ikut andil dalam memberikan santunan dan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Jumat (4/2/2022).
Santunan dan bantuan sembako yang diberikan pejuang kaum dhuafa tersebut, sebagai bentuk dorongan moral untuk korban kebakaran agar mereka bangkit pasca musibah kebakaran tersebut.
“Ini sebagai bentuk dorongan moral. Agar mereka senantiasa sabar dan tabah serta dapat bangkit pasca musibah kebakaran,” katanya.
Sedangkan pihak korban kebakaran, Kusmawati tak mampu menahan air mata, saat Kapolres Batubara memberikan santunan dan bantuan sembako kepada korban kebakaran.
“Kami sangat berterimakasih kepada bapak yang begitu peduli kepada masyarakat. Semoga apa yang bapak berikatan ini dapat menjadi ladang amal dan ibadah bagi bapak kelak di akhirat,” tuturnya.
Korban lain, korban lain yakni, Saharuddin mengaku pasrah rumah miliknya ludes terbakar tanpa ada menyisakan barang yang dapat digunakan.
Saharuddin bercerita peristiwa pilu itu cukup menyisakan hidupnya bersama keluarganya.
“Asal mula api, percisnya aku gak tau. Hanya teriakan dari orang-orang aja. Ku lihat rumah-rumah sudah terbakar. Apa pun gak bisa lagi diselamatkan. Hanya pakaian dibadan saja yang bisa selamat,” ujarnya pilu.
Korban Kebakaran 17 KK 63 Jiwa
Sementara itu Kepala Dusun, Umar menyampaikan akibat dari kebakaran itu, 8 rumah ludes terbakar, 1 rumah sengaja ditumbangkan untuk mencegah api menjalar dan 5 rumah lagi rusak ringan. Sedangkan 17 kepala keluarga (63 jiwa) kini terpaksa harus mengungsi di rumah kerabat dan sebagian mengungsi di posko pengungsian.
“Beberapa bantuan sudah masuk, terutama bantuan sembako. Ada 4 posko pengungsian yang didirikan oleh pemerintah. Kalau asal mula api, keterangan warga bermula dari arus listrik dan menjalar ke rumah,” ucapnya.
Sejauh ini, sejumlah korban kebakaran di Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram kini sebahagian memilih menginap di rumah keluarga, namun ada juga sebagian dari mereka yang menginap di Posko pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah setempat. (Kif)