Mendengar beberapa aspirasi warga tersebut, Wong pun meminta agar warga lebih kritis dan lebih peduli terhadap semua permasalahan yang sedang dihadapi agar dapat menjadi masukan bagi DPRD Kota Medan yang nantinya akan dibawakan pada rapat Paripurna dan Musrembang.
“Untuk masalah drainase yang tidak pernah di korek dan menjadi penyebab banjir kita minta agar dinas PU Medan segera mencari tahu dimana kendalanya. Masalah akta kelahiran nama anak di akta lahir yang salah, meminta perwakilan dari dinas Pendudukan dapat menjelaskan nya langsung kepada warga,”ujarnya.
Lili Mahrani, perwakilan dari Dinas Kependudukan mengatakan, bahwa adanya kesalahan nama pada akta lahir, warga bisa langsung membawa akta lahir tersebut untuk dilakukan pengecekan ulang di dukcapil.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas PU, UPT.Medan Tembung, M.Kelana mengatakan untuk pengorekan dan perbaikan drainase di daerah sekitar Medan Tembung, saat ini sedang tahap proses, sebab, Dinas PU Medan saat ini sedang melakukan pengorekan dan perbaikan drainase penghubung antara drainase di Medan Tembung dengan daerah sekitarnya sehingga ketika drainase di korek sudah ada saluran pembuangan nya yang langsung ke sungai.
“Dari Sidomuliyo buangnya ke pancing, dari pancing buangnya ke Tuamang, pancing sudah tidak menampung. Setelah siap Mandala lalu pancing. Buangan dulu yang kami korek dan bersihkan barulah kami masuk kedalam. Kemungkinan, paling lama bulan depan jalan yang menjadi cekungan akan dibeton,”terangnya.
Untuk usulan pengorekan drainase, sambung M.Kelana, pihak Kepling 9 dan 10 Jalan Tuamang sudah pernah menemui saya dan saya mengatakan dalam pengerjaan drainase setiap titi akan dibongkar dan setelah pengorekan dan perbaikan drainase usai barulah Titi di perbaiki.
“Jadi mohon kepada bapak dan ibu sekalian, jangan sampai ketika Titi dibongkar, pekerjaan drainase selesai langsung minta Titi segera di perbaiki. Titi tetap diperbaiki yang jalan akses masuk saja,” ujarnya lagi.
Diakhir sesi tanya jawab, Wong Chun Sen Tarigan yang juga Ketua Taruna Merah Putih kota Medan ini pun mengatakan untuk menuliskan semua apa yang menjadi unek-unek warga terkait pelayanan pemko Medan pada lembar aspirasi yang disediakan.





