Sergai,Sinarsergai.com – Rasa persaudaraan sesama muslim di Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara (Sumut), terpelihara dengan baik dan bahkan terus dipertahankan. Berkat kebersamaan dan semangat gotongroyong yang tinggi tersebut, masyarakat berhasil membangun satu Masjid yang diberi nama Tayyibah berdampingan dengan sebidang sawah milik warga Dusun III Desa Kuta Baru.
Bangunan Masjid Tayyibah ini kata Tokoh Agama Sergai Drs.H.Tamlih Nasution SE, Minggu (17/4/2022) diperkirakan mencapai 400 orang. Jumlah ini diketahui dari Badan Kenaziran Masjid Tayyibah saat rombongan Tim I Safari Ramadhan Pemkab Sergai dipimpin Bupati Sergai H.Darma Wijaya didampingi istri yang juga Ketua TP.PKK Sergai Hj.Rosmaida Saragih berkunjung ke masjid tersebut belum lama ini. Biaya yang diperkirakan mencapai Rp.800 juta dihabiskan itu berasal dari infaq masyarakat.
Semangat gotongroyong ini sebenarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia, namun belakangan ini hampir hilang ditelan perkembangan zaman. Budaya gotongroyong ini harus terus digelorakan di tengah-tengah masyarakat untuk mengatasi kepentingan umum, seperti mmberihkan lingkungan, memerangi narkoba dan memerangi virus Covid-19.Ujarnya. Sikap gotongroyong ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya, meski pun kita keataui sudah banyak juga masyarakat diberbagai desa melakukan hal yang sama dalam mendirikan masjid.
“Membangun daerah ini juga sangat dibutuhkan peran serta masyarakat sehingga apa yang menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sergai bisa terwujud dengan mudah dan cepat. “Untuk menjadi Sergai Maju Terus (Mandiri,Sejahtera dan Religius) butuh kebersamaan dengan masyarakat. Jangan kita hanya pandai mencari kekurangan pemimpin, namun tidak pernah memberikan solusi, jika ingin kritik boleh saja tapi berikan juga solusinya.Imbuhnya.
Sementara Bupati Sergai H.Darma Wijaya sebelumnya dalam arahan saat berkunjung di Masjid Tayyibah memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat dalam membangun tempat ibadah. “Gotongroyong ini sangat penting dan sejak dahulu memang sudah menjadi budaya bagi masyarakat kita. Nah, saat ini Pemerintah Sergai juga dalam mengatasi masalah banjir dengan melakukan normalisasi sungai bergotongroyong dengan 20 perusahaan yang ada di Sergai dan ini sudah berjalan.