Medan, Sinarsergai.com – Pasca viralnya keributan oknum Kepala Lingkungan II Iskandar dengan warganya dikawasan Perumnas Mandala, Jalan Nuri 13, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Perciutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, disitus Media Sosial beberapa waktu lalu karena masalah parkir mobil ternyata masih bertetangga.
Kemudian setelah kejadian tersebut, ternyata beberapa warga memang mengeluhkan kinerja oknum kepling tersebut tidak amanah dan adanya dugaan melakukan pungli kepada warga yang mengurus data kependudukan.
kepada wartawan Rabu, (20/04/22), sejumlah warga diantaranya Suhartono warga Nuri 4, Akbar Wahyudi warga Nuri 10, dan Uce Warga Nuri 13, meminta kepada Pemkab Deli Serdang mengevaluasi kepemimpinan Iskandar selaku Kepling Nuri B di Perumnas Mandala.
Terlebih lagi Kepling dan keluarganya terlalu arogan dan kerap membuat keributan dengan warganya, lebih banyak dia lagi hampir tiap hari parkir mobil ya di jalan muka rumah nya sehingga susah org lewat dan terpaksa mutar Krn malas ribut sama beliau teranyar kasus keributan di posting pada media sosial.
Dituturkan Suhartono warga Perumnas Jalan Nuri 4, menyebutkan masalah saya aja sampai sekarang ini belum terselesaikan kepengurusan kartu keluarga (KK) atas nama dirinya sendiri belum siap padahal sudah diberi uang berkisaran Rp300 hingga 600 ribu.
“Waktu itu yang pergi mengurus surat kartu keluarga kepada kepling adalah istrinya, dimana pada waktu memberikan uang agar dipercepat kepengurusan suratnya tapi nyatanya tidak selesai,” ucap Suhartono.
Karena tidak siap juga, ia langsung menemui Iskandar dan menanyakan kapan siap nya?, namun oleh si oknum kepling justru mengarahkan menemui Astim yang merupakan Kepling di Camar.
Lalu ia pun menemui Astim, dan tetap saja surat yang mau diurus belum siap juga. Alasan kenapa surat/KK belum disiapkan karena masih dalam pengurusan, terus-terusan seperti itu. “Jadi kenapa tak siap, kan uangnya sudah kukasihkan sama Iskandar, apa dia nggak cerita sama mu (Astim, red),” tanya Suhartono yang dijawab oleh Astim kalau masalah uang saya tidak tahu menahu.





