Suara Toa masjid Agung ini saya dengar kurang keras, mestinya salah satu kelebihannya suara Toa saat azan bisa sampai 1 Km kedengaran, alasannya Masjid ini saya perhatikan berdiri tidak di tengah-tengah tempat tinggal masyarakat. Jadi, gimana mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah solat jika suara azan tidak kedengaran. Ya, Solat juga masyarakat tapi di Masjid yang terdekat saja. Mungkin saya rasa demikian.Imbuhnya.
“Sediakan Payung sebelum hujan, jangan sibuk cari Payung setelah hujan membasahi diri pengurus Masjid Agung ini. Artinya, jangan nanti sibuk minta polisi menangkap pelaku kejahatan di Masjid Agung ini sementara pelakunya tidak diketahui karena tidak adanya petugas parkir. Tidak cukup hanya menghandalkan CCTV doang.”Sambung Malik (29) warga Kota Medan.

Teks foto : Masjid Agung Serdang Bedagai
Saran yang hampir sama juga disampaikan Malik, minimal diberilah atap Seng bekas sebagai pelindung dari hujan dan panas untuk areal parkir. Itu pun jika tidak mampu pengurus Masjid ini membeli Kanopi, kasihan kendaraan jamaah yang lagi menunaikan ibadah di Masjid Agung ini berjemuran dan bermandi hujan. Ada pertanyaan saya dalam hati, bagaimana kalau warga yang lumpuh ingin solat di Masjid Agung ini, sementara jamaah solatnya di lantai 2.
Mestinya lantai satu ini digunakan juga untuk jamaah solat, jangan dibangun besar-besar namun tidak memberi manfaat bagi orang yang tidak mampu berjalan. Seperti saya punya tetangga di Kota Medan, kondisi kedua kakinya kurang normal berjalan, namun dalam seminggu jika dihitung dalam Empat hari ada 10 kali lebih menunaikan ibadah Solat di Masjid.Saran saya lantai satu ini bisa digunaka juga untuk ruang solat. Ucap Malik.(R-03)





