Hal ini juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah Ayat 264, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah.”
Menjaga Pahala Sedekah Tidak Hilang
Nah, sebelum melaksanakan perbuatan sedekah ada baiknya kita memperhatikan hal-hal dibawah ini agar sedekah yang kita lakukan tidak sia-sia ada baik kata Ustad Ridwan kita memperhatikan syarat menunaikan sedekah agar memperoleh pahala, diantaranya sebagai berikut:
1. Niat Ikhlas
Bersedekahlah dengan niat ikhlas dengan mengharap Ridho Allah SWT. Laksanakan sedekah dengan tidak memperlihatkannya kepada orang lain. Sembunyikan perbuatan sedekah kita karena Allah SWT Maha Mengetahui perbuatan semua makhluk ciptaaNya di dunia ini.
2. Tidak Ria
Banyak orang yang memberikan sebahagian rezekinya kepada orang yang membutuhkan dengan tujuan itu adalah sedekah, namun perbuatan sedekah itu malah dipamerkan kepada orang banyak dengan mengharapkan pujian dari banyak orang agar dikatakan sebagai dermawan. Perbuatan ria ini akan sia-sia dan bisa menghilangkan pahala sedekah seseorang. Rasulullah SAW tidak membenarkan bersedekah dengan tujuan riya bahkan untuk menyombongkan diri kepada orang lain. Orang seperti ini akan disiksa pada hari kiamat dengan siksa yang sangat berat.
3. Sedekah dari harta yang terbaik
Dalam ajaran Islam kita dianjurkan sedekah dengan mengeluarkannya dengan harta terbaik yang kita miliki diperoleh dari hasil yang baik dan halal. Sebagaimana ditegaskan dalam (Surat Ali Imran (3):92) yang artinya “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (sempurna), sebelum kami menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
4. Berikan kepada orang yang membutuhkan
Nah harta yang mau disedekahkan itu harus diberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dianataranya fakir, miskin, anak yatim, janda, orang yang terlilit utang dan orang yang berhak menerima sedekah lainnya. Jangan memberikannya kepada orang yang diketahui tidak membutuhkannya. Sebagaimana firman Allah SWT,
۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS : An-Nisa ayat 36)
5. Sedekahlah dengan wajah yang bahagia
Dengan wajah yang berseri dan bahagia kita memberikan sedekah kepada orang yang berhak menerimanya maka kita tidak menyakiti perasaan penerima dan pahala yang dihrapkan tidak hilang.