Ibu yang telah melahirkannya. Ketika Umar bin Khattab mendengar Khalid di pengujung usianya, beliau mengakui eksistensi kepahlawan dan keutamaannya, “seluruh wanita tidak mampu melahirkan anak seperti Khalid!”. Begitu komentar Umar terhadap pahlawan besar ini. Dibalik para pahlawan besar, ada wanita-wanita besar. Dan kunci dari itu semua adalah tarbiyah. Dan tarbiyah di tangan bijak seorang ibu akan menjadi energi dahsyat.
Kemudian kisah Imam Syafi’i saat itu masih usia 7 tahun sudah hafal Al-Quran dengan lancar, umur 10 tahun telah hafal kitab hadits karya imam Malik, al-Muwatha’. Selanjutnya diusia 12 tahun telah disahkan menjadi seorang mufti. Kesuksesan yang diraih Imam Syafi’i ini juga tak lepas dari ketaatannya kepada ibu tercinta.
Oleh karena itu Allah SWT telah memerintahkan kepada kita agar berbuat kebaikan kepda kedua orangtua sebagai dijelaskan Allah SWT dalam Surat An-Nisa ayat 36
Artinya : Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
Selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada anak agar berbuat baik kepada kedua orangtua sebagai dijelaskan dalam Surat Al Isra ayat 23.
Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.
Selanjutnya perintah berbuat baik kepada kedua orangtua terdapat dalam Surat Al Luqman ayat 14. Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu (QS Al Luqman: 14)
Ayat diatas tersebut dapat kita pahami bahwa berbuat baik kepada ibu-bapak memiliki arti yang luas.”Tidak cukup hanya dalam perkataan, tapi harus juga dilakukan dengan perbuatan yang dapat menyenangkan perasaaan kedua orangtua. Bersikap lemah lembut dan sopan santun kepada kedua orangtua. Mengikuti nasihatnya, selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah juga termasuk berbuat baik.
Ayat diatas juga memerintahkan kepada anak agar tidk bersikap sombong dan membanggakan diri dihadapan kedua orangtuanya, karena perbuatan tersebut dibenci oleh Allah SWT. Berbakti kepada kedua orang tua, akan melahirkan banyak kebaikan; terangkatnya musibah, lenyapnya masalah dan kesedihan.
Nah, kata Ustad Julis, kita dapat menyempulkan bahwa, peran kedua orang tua atau restu dan ridha dari orang tua kepada anaknya adalah kunci utama kita mencapai kesuksesan. Meski kita telah berusaha sekuat tenaga, apapun usaha kita dan setinggi apapun pangkat juga pendidikan seseorang, tapi jika seseorang bersikap tidak baik kepada kedua orang, maka sangatlah sulit kesuksesan itu akan diraih.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
Artinya : “Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim).
Jangan pernah lukai hati kedua orangtua dan berbuat baik kepada kedua orang tua hingga ajal menjemput keduanya. Terutama kepada ibu yang telah mengandung kita sbagaiu seorang anak, terkadang usia kandungan sampai Sembilan bulan, bisa juga lebih dan kurang.Namun, seorng ibu terkadang istirahtnya sangat sedikit bahkan sering terganggu dikarenakan kita saat bayi sering menangis maupun buang kecil dan besar.
Kemana-mana kita dibawa saat ada di kandungan. Sudah lahir disusui hingga dewasa diberi uang jajan dan makan agar tumbuh besar. Namun sangat disayangkan masih banyak anak yang melawan kedua orangtuanmya. Begitu juga seorang ayah yang mencari nafkah, tidak mengenal hujan, panas.
Di luar terkadang ayahnda tercinta harus melewati banyak tantangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari demi anak dan istrinya, bahkan nyawa taruhannya.Sedihnya, masih ada anak yang tega tidak mau merawat ibu dan ayahnya ketika sudah berusia lanjut dan mengantarkan keduanya ke Panti Jombo.
Beginilah cara seorang anak membalas budi baik kedua orang tua yang telah membesarkannya.Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang yang durhaka dan tega tersebut. Dan semoga bermanfaat juga menambah pengetahuan bagi kita semua. (red).
*Bahan ini berasal berbagai bersumber*





