Melihat situasi dalam rapat tersebut memang sedikit memanas, maka pimpinan rapat langsung mengambil sikap untuk dilakukan skor hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun, setelah diskornya rapat tersebut, saya malamnya menghubungi rekan-rekan bahwa rapat akan dilanjutkan paling lama akhir Mei 2022. Jeda waktu ini diambil diharapkan kedua fraksi dapat duduk bersama mencari solusi dan kesepakatan terkait calon Ketua Komisi C hanya satu yang diusulkan.Jelas Syamsul Bahri.
Sementara Ketua Fraksi Pembangunan Sejahtera DPRD Sergai Hari Ananda S.Pd,M.SP yang dihubungi via telepon seluler, Sabtu (14/5/2022) terkait dua calon Ketua Komisi C menjelaskan bahwa menyangkut dengan periode 2,5 tahun diakhir masa jabatan ini awalnya perhitungan masih Fraksi DPS untuk Komisi C. Namun, hari ini ternyata Partai Demokrat telah keluar dan bergabung dengan Fraksi NasDem, maka namanya Fraksi NasDem. Periode kedua in tetap mengacu dengan kausul perjanjian pada tahun 2019.
Nah, saat ini dengan keluarnya Partai Demokrat,ternyata tidak menghancurkan fraksi tersebut sebab masih PPP dan PKS. Kini namanya berubah nomenklaturnya menjadi Fraksi Pembangunan Sejahtera (FPS). “Inilah resiko jika orang yang keluar rumah dan tiba-tiba ingin membawa Periuk, itu tidak mungkin Periuk itu dibawa ke rumah baru, kira-kira begitu filosofinya. Dan saat detik-detik rapat berakhir rapat, saya secara tegas menyampaikan kepada pimpinan rapat bahwa ini merupakan hak kami, jangan dicampuri. Begitu perhelatan pertempuran saat pembahasan penyusuan AKD yang berakhir diskor pada malam itu.Terang Hari Ananda.(red)