Cara Mudah Memperoleh Pahala Satu Tahun,Simak Kata Ketua IGDA Sergai Khairul Siregar, SPd

Pahala merupakan ganjaran yang diharapkan seorang muslim setiap melaksanakan amal ibadah wajib dan sunnah. Selain itu, sangat diharapkan dan yang paling utama bagi semua orang ingin memperoleh ridho dari Allah SWT dalam pelaksanaan ibadah. Saat ini kita mengetahui bahwa Bulan Suci Ramadhan baru saja dilewati dan masuklah Hari Kemenangan umat muslim Hari Raya Idul Fitri 1443 H yang disebutkan juga Bulan Syahwal.

Ternyata kata Ketua Ikatan Guru dan Dosen Alwasliyah (IGDA) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Khairul Siregar,S.Pd, di Bulan Syahwal ini Allah SWT memberikan ganjaran pahala belipat ganda jika ingin melaksanakan puasa sunah selama 6 hari. Tentunya, khusus bagi umat muslim yang tidak berhalangan (dilarang) melaksanakannya seperti bagi perempuan lagi haid dan nifas. Ganjaran pahala tersebut diberikan pahala yang cukup banyak setara dengan pahala setahun penuh orang puasa. Namun harus memperhatikan dibawah ini sebelum melaksanakannya yaitu :

1. Puasa Sunah dikerjakan harus dilandasi dengan iman kepada Allah.

2. Puasa dikerjakan harus dilandasi dengan ilmu, artinya kita mengetahui dan memahami puasa  dikerjakan sesuai dengan syari’at ajaran Islam dan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

3. Puasa yang dikerjakan harus dengan niat yang ikhlas.

Puasa sunah ini dapat dilaksanakan mulai 2 Syahwal. Dalam praktek pelaksanaan kata Khairul, setelah kita melaksanakan Puasa di Bulan Suci Ramadhan, namun saat menunaikan puasa di Bulan penuh berkah itu dalam sebulan tersebut ada batal, maka dikerjakan terdahulu puasa penggantinya baru puasa sunah 6 hari. Nah, Puasa 6 hari ini boleh secara berturut-turut dikerjakan, boleh juga dengan cara berkelang. Tiga 3 puasa dan tiga hari lagi tidak.

Namun, pada 1 Syahwal dilarang melaksanakan puasa sunah tersebut dan hukumnya haram. Paling baik melaksanakan puasa 6 setelah 1 Syahwal terhitung 2-7 Syahwal. Ada pun niatnya yakni  “Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa”. Artinya: “Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala”.

Adapun perintah pelaksanaan Puasa Sunah 6 hari dijelaskan dalam hadist Abu Ayyub Al- Anshari, Rasulullah SAW bersabda: ” Barang siapa yang berpuasa ramadan kemudian berpuasa 6 hari di Bulan Syawal, maka ia seperti puasa setahun penuh”. (HR. Muslim).

Selain memperoleh pahala bagi setiap orang melaksanakan Puasa Sunah ini juga untuk penyempurnaan puasa yang dilaksanakan pada Bulan Suci Ramadhan. Kemudian, pelaksanaan ibadah puasa sunah ini juga bentuk syukur kita, sebab selama Bulan Suci Ramadhan kita  telah memperoleh berbagaiu nikmat dari Allah SWT dan ampunan.

Pahala yang merupakan ganjaran bagi setiap orang muslim yang melaksanakannya itu dijelaskan oleh Allah SWT dalam hadis Qudsi, Allah berfirman: “Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” Kemudian, Rasulullah melanjutkan, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi.

Firman Allah SWT dan Hadist Rasulullah SAW, telah menerangkan secara jelas tentang perintah bagi kita untuk melaksanakan Puasa 6 Hari di Bulan Syahwal. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan. (red)

*Bahan ini berasal dari berbagai sumber*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *