Prestasi yang diraih Buluh Duri ini juga diharapkan dapat disusul oleh Kampung Tahu, dimana tahun ini Kampung Tahu hanya mampu menembus 500 besar Desa Wisata ADWI 2022. Diceritakannya, Kampung Tahu berada di Desa Dolok Manampang yuang masyarakatnya bermata pencarian utama yaitu membuat tahu. “Bagi sebagian orang sepele. Tapi berkat membuat tahu, mereka hidup bahkan anak-anaknya bisa sekolah tinggi. Rasa tahunya pun dijamin enak,” papar Darma.
Ia berharap workshop ini bisa menambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat khususnya para penggiat untuk terus mengembangkan dan menggali potensi desanya.
“Ada empat hal yang diharapkan dari Workshop ini, yaitu Tahu, Paham, Sadar, dan Mau (TPSM). Sulit rasanya mengembangkan Desa Wisata jika pengetahuan dan pemahaman yang kita dapat tidak diiringi dengan kemauan,” ucapnya.
Disisi lain sebut Bupati, Anggota DPR RI Dr. Sofyan Tan turut mendukung Pemkab Sergai untuk mengembangkan Desa Wisata. Pasalnya, sektor wisata bisa menjadi sektor penghasil PAD yang menjanjikan. Salah satu faktor yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, bagi Sofyan Tan adalah keamanan. “Kalau rasa aman itu dirasakan oleh setiap wisatawan yang sudah mendatangi suatu tempat, bukan tidak mungkin dia akan datang lagi. Wisatanya pun semakin diminati karena aman bisa membuat kenyamanan,” tandasnya.(ril/R-03)
.





