Lalu ketika di Lia Garden, saksi Alhasan mengaku hanya dia dan terdakwa Awaluddin yang berada di situ. Hal ini disampaikan Alhasan menjawab pertanyaan majelis hakim, apakah Akhmad Arjun Nasution ada di lokasi pertemuan di Lia Garden.
“Cuma saya dan terdakwa Awaluddin ditambah korban Jeffry yang ada di situ yang mulia, tidak ada yang lain”.sebutnya
Saksi Al-Hasan Nasution mengungkapkan isi pertemuannya dengan Korban
“Kami di situ bicara soal bagaimana solusinya supaya pemberitaan soal kasus tambang emas ketua Arjun dihentikan, kami di situ tidak ada menyebutkan angka, termasuk korban, tidak ada meminta uang atau menyebut angka, cuma korban bilang kalau ia tidak bisa, karena mereka ada tim yang memberitakan kasus itu, jumlahnya 9 orang, 4 di Madina dan 5 di Medan”.ucapnya menirukan perkataan korban saat itu.
Saksi Al-Hasan Nasution juga menyampaikan bahwa pertemuan mereka dengan korban Jeffry saat itu tidak ada hasilnya. Dan, Setelah bubar dari Lia Garden, ia dan terdakwa Awaluddin kembali menemui ketua Arjun di kafe Wapres yang berada di lintas timur.
“kami melaporkan soal pertemuan saya dan terdakwa Alwaluddin dengan korban yang di Lia Garden sama ketua Arjun, seingat saya pulang dari kafe wapres itu sekitar waktu shalat azhar. Setelah itu saya pergi ziarah dan pulang ke rumah hampir magrib,” bebernya
Waktu hakim menanyakan saksi Al-Hasan Nasution dari mana mengetahui terdakwa telah melakukan pemukulan dan pengeroryokan kepada korban, Al-Hasan Nasution mengaku dihubungi oleh terdakwa Awaluddin.
“Sekitar pukul 20.40 Wib, saya menerima telpon dari terdakwa Awaluddin, dan disitu terdakwa mengatakan “Bang, kami sudah meninju dan memukul jeffry. Kami 4 orang, kami mau kabur ke luar dari Panyabungan”. kata Al-Hasan Nasution meniru ucapan Awaluddin saat itu.
Kemudian, Al-Hasan mengaku melihat pemberitahuan terkait kebenaran peristiwa pemukulan dan pengeroyokan itu di grup Pemuda Pancasila yang dilakukan terdakwa Awaluddin dan terdakwa lainnya kepada korban.
“Saya lihat sudah ada pemberitahuan untuk merapat ke kantor Pemuda Pancasila, saat itu saya menghubungi beberapa anggota (PP, red) yang lain supaya segera merapat ke kantor Pemuda Pancasila. Dan Setibanya di sana, ada lagi pemberitahuan kalau tempat kumpul dipindah ke rumah Kampung Sedikit lintas timur, karena di situ ketua Arjun sudah menunggu”.paparnya





