Mendengar pengakuan saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa penganiayaan wartawan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina, Muhammad Ridwan, Lubis, S. Pd pun angkat bicara.
Menurutnya, usai peristiwa penganiayaan terhadap korban, dirinya bersama pengurus PWI Madina serta rekan-rekan wartawan lainnya memang berkumpul dan membahas permasalahan ini.
“Dengan tegas saya bersama kawan-kawan wartawan di Madina memang meminta ke Bang Jeffry untuk tidak berdamai. Jika mau memaafkan silahkan. Namun proses hukum harus berjalan. Dan menurutnya juga bahwa peristiwa ini juga ada runtutan dari peristiwa yang terjadi sekitar beberapa bulan sebelum kejadian itu. Dan otak pelakunya kita duga adalah orang sama yaitu saudara Arjun,” jelas Ketua PWI Madina kepada wartawan, di Kantor PWI Madina.
Ridwan menegaskan, Arjun yang diduga otak pelaku penganiayaan ini kerap berulah dan mengancam jika wartawan memberitakan tambang emas ilegal yang dikelolanya. Bahkan sekitar bulan Januari 2022 lalu, Arjun pernah juga mengancam salah seorang wartawan dengan kata-kata tak sedap.
“Dua bulan sebelum kejadian penganiayaan terhadap Bang Jeffry, ada wartawan bernama Adi melapor ke kami pengurus PWI. Dia mengatakan diancam oleh saudara Arjun dengan kata-kata tak sedap jika terus memberitakan perihal tambang emas ilegal yang dikelolanya.
Namun, memang kita diamkan karena kejadian itu kita anggap tidak cukup bukti. Tapi setelah itu, ternyata saudara Arjun terus juga menebar teror untuk wartawan yang memberitakan tambang emas ilegal,” ungkapnya
Melihat kejadian yang menimpa anggotanya di PWI, Ridwan pun meminta dan berharap agar korban menolak pertemuan untuk upaya damai dalam peristiwa itu. Selain tidak ingin menambah beban traumatis bagi keluarga korban, Ridwan juga menilai jika Korban berdamai ditakutkan Marwah, martabat dan harga diri wartawan di Madina seolah-olah bisa dibayar dengan kata maaf.
“Mari kita liat CCTV yang viral itu, jelas Bang Jeffry dipukuli membabi buta ditempat keramaian. Saya secara pribadi memang menyampaikan kepada Bang Jeffry jangan mau bertemu siapapun yang ingin mendamaikan. Kasihan nanti anak-anak Abang. Itu saya sampaikan, lebih baik Abang tolak, dan jika abang mau memaafkan itu hak Abang. Tapi untuk berdamai saya berharap abang bisa lihat kami. Itu saya sampaikan berulang kali dengan Bang Jeffry”.tandas Ridwan mengakhiri.(ril/R-04).





