Dalam rapat tersebut, Wong Chun Sen Tarigan meminta pihak PT API menyampaikan secara rinci apa saja barang yang hilang terlebih nilainya ratusan juta. “Tentunya saat penutupan ada serah terima. ada sekuriti di PT KIM, kenapa barang hilang. Kenapa barang yang disegel PT KIM bisa hilang, bagaimana tingkat pengamanan?, tanya Wong.
Lanjut Wong, penyegelan buka dan tutup oleh dinas lingkungan hidup, namun ketika dibuka barang perusahaan sudah hilang.
Dikatakannya, PT.API telah melakukan pengurusan ke Kementerian Lingkungan Hidup namun kenapa barang bisa hilang. Ini perlu pembelajaran. “Kalau saya ditanya ini harus diusut agar dapat diketahui siapa pelakunya, kenapa bisa hilang,”ujar Wong.
Eka selaku pihak dari PT.KIM, mengaku ada disurati PT.API tentang keberatan atas adanya barang hilang, untuk tanggung jawab PT KIM hanya di dalam area atau pagar, sementara itu diluar pagar bukan wewenang PT KIM.
Disebutkannya, PT KIM bukan pihak yang bisa menutup usaha, namun ada syarat yang harus diikuti. “Kita akui baunya sungguh luar biasa. Kita berharap PT API harus taat lingkungan, dimana PT KIM, sebatas adanya sewa menyewa gudang. Diluar itu adalah dibawah wewenang DLH kota Medan,”ujarnya.
PT KIM minta PT API Bayarkan Tunggakan
PT KIM mengaku sudah bersurat terkait tunggakan PT API melalui sewa gedung dari Januari 2020 sampai hari ini namun belum terbayar. Adapun total tunggakan hutang PT API ke PT KIM sebesar Rp.627 juta.
Diterangkan Eka soal permintaan PT API sekaita kompensasi telah disampaikan kepada pimpinan. “PT API sudah menyewa dan kami tidak ada mengotak Atik, namun kita tidak lakukan. Kita juga undang rapat kordinasi tanggal 14 April 2022 permohonan pembukaan segel usaha PT API. Tanggal 25 April 2022 PT KIM menyaksikan pembukaan akses pintu PT API. Lalu tanggal 26 rapat lagi dengan PT API dan mempertanyakan terkait tunggakan pelunasan,”terangnya.
So Huan pun mengatakan lagi jika kehadirannya ke gedung DPRD Kota Medan menemui wakil rakyat untuk meminta keadilan. “Kami hanya ingin berusaha dan membuka lapangan pekerjaan namun jika untuk operasional kembali tidak akan memungkinkan lagi sebab, alat alat kami sudah hilang dan perusahaan kami juga sudah banyak terhutang akibat tidak operasional,” pungkas So Huan sembari mengatakan akan membuka usahanya di daerah lain saja. (Ach/relis)





