Aceh Timur,Sinarsergai.com – Sungguh menyedihkan nasib yang dialami seorang ibu yang sudah bertahun-tahun hidup tanpa seorang suami yang mendampingi dan sebagai tulang punggung dalam mencari nafkah untuk menuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketidak mampuan Yanti yang diperkirakan berusia 37 tahun ini untuk membeli bahan bangunan, maka ia memilih tinggal di Gubuk derita diperkirakan berukuran 3 m x 3 meter yang beratapkan Daun Rumbiadan dinding Terpal.
Nah, jika hujan tentunya ia dan anaknya harus merasakan suhu dingin luar biasa. Begitu juga sebaliknya, ketika cuaca panas, ia dan anaknya merasa gelisah berada di dalam gubuk tersebut. Namun, kebiasaan dan ketidakmampuannya membuat ia menjadi pasrah bertempat tinggal di gubuk tersebut.
Ia menuturkan bahwa uang hasil kerja upahan tersebut saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, sehingga ia terpaksa mrminta bantuan kesana kemari.
Namun upaya untuk terus bisa bertahan hidup terkadang tidak membuahkan hasil. Ia sangat berharap adanya uluran tangan dari para dermawan agar Gubuk derita yang ditempati bersama anaknya yang saat ini masih berusia Sembilan tahun dapat dipebaiki menjadi rumah layak huni.
Diakuinya, untuk memenuhi biaya sekolah dan makan setiap hari, sdughnya ia sudah tak sanggup lagi, sebab tidak memiliki kerja yang menetap. Mudah-mudahan pemerintah berkenan membantu. Ungkapnya dengan nada sedih, Selasa (26/7/2022).
Sementara itu, Ketua Tuha Peut Gampong (TPG ) yang merupakan Badan Permusyawaratan Desa Muhazir, mengatakan juga hal yang sama, bahwa mereka daridesa meminta kepada Pemerintah untuk bisa merealisasikan rumah yang layak.
Pasalnya, seperti yang diketahui bersama anggaran bekalangan ini sudah terfokuskan untuk penanganan Covid-19. Namun, pihaknya juga sudah mengajukan untuk pembangunan rumah akan tetapi belum ada respon positif.
“Bantuan seperti BLT juga pernah didapatkan, dan untuk pembangunan rumah juga sudah kita ajukan, tapi sampai dengan saat ini belum ada kepastian yang konkrit, kami mohon agar segera ditangani”. Tutupnya.(Rbn)





