Distributor sudah sampaikan ke Dinas Pertanian Samosir agar meneruskan keluhan di kecamatan Pangururan kepada Kementan. Bukan PPL yang bermasalah. Tapi sistem E-RDKK pada saat PPL menginput di sistem. Saya sudah pernah bawa beberapa perwakilan petani/kelompok tani audiensi ke Dinas Pertanian untuk mempertanyakan masalah RDKK di Kecamatan Pangururan.
“Dan saya sudah kordinasi ke Komisi 2 DPRD Kabupaten Samosir. Kiranya dapat dipercepat oleh kementerian pertanian. Di Kecamatan Pangururan sudah 2 bulan pupuk tidak berjalan setelah terbit Permentan no 10 tahun 2022. Di Kecamatan Harian komoditasnya kentang, jadi tidak mendapat subsidi” jelasnya.
Ketika ditanya apakah jika Dinas memperbaiki RDKK yang telah diinput, pupuk akan segera dibagikan, Silaen menjelaskan jika alokasi masih tersedia, pupuk pasti segera didistribusikan.
Sementara Asisten Perekonomian yang juga sebagai Penjabat Sekdakab Samosir Hotraja Sitanggang ketika dikonfirmasi terkait kalangkaan pupuk mengatakan bahwa pihaknya sudah mengarahkan Dinas Ketapang Pertanian untuk memfasilitasi kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik.
Plt Kadis Ketapang Pertanian Tumiur Gultom ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait penyebab kesalahan menginput data namun tidak ada perbaikan oleh Dinas Ketapang Pertanian, dan bagaimana dinas akan merealisasikan janji Bupati Samosir untuk pupuk gratis, sementara pupuk subsidi saja bermasalah, Tiur Gultom tidak memberikan jawaban. Persoalan yang sama juga ditanyakan wartawan kepada Kabid Prasarana Sarana Pertanian dan Kesiapan Lahan, Jaminton Marpaung, namun sayang tidak ada jawaban. (rel/R-04)





