“Kenapa kita buat evaluasi dan monitoring, karena Inpres Bapak presiden belum optimal di lapangan, kendati sudah mulai tampak progres,” beber pria berkacamata sembari mengatakan penting dilakukan evaluasi, khususnya coverage dari sektor informal contohnya petani, pedagang, dan sebagainya itu sangat minim,” katanya.
Disebutkan, dari 12 Kabupaten wilayah kerja Jamsostek Padang Sidimpuan, ditemukan ada daerah dimana hanya 2% penduduknya yang terlindungi jamsostek. “Tentu ini sesuatu yang berbahaya. Bagaimana jika terjadi resiko meninggal dunia atau kecelakaan kerja. Siapa yang nanggung ribuan puluhan ribu pekerja itu. Kasihan saudara kita tidak mendapatkan santunan,” ujarnya.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Padang Sidempuan Yuliandi Sahputra, S.P., M.Si menyampaikan pihaknya akan melakukan pertemuan yang lebih intens ke masing-masing Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk memastikan percepatan peningkatan cakupan perlindungan ketenagakerjaan di wilayah kerja.
Kami siap bersinergi dan berkolaborasi penuh. Kami juga berterima kasih atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Kota Padang Sidempuan yang akan mengalokasikan anggaran di APBD Tahun 2023 untuk perlindungan pekerja rentan. “Dan menyusul untuk Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara yang akan segera dibahas lebih lanjut nantinya,” pungkas pria yang akrab disapa Bang Andi.
Isak Tangis Warnai Kegiatan Monev
Isak tangis dan haru mewarnai kegiatan monitoring dan evaluasi Jamstek bagi 2 Kabupaten Kota di Tabagsel.
Lantaran, pada kegiatan tersebut dirangkai penyerahan santunan Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua kepada tiga ahli waris yang merupakan peserta. “Saya berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Daerah karena telah didaftarkan sebagai peserta dan dana ini dapat kami pergunakan untuk memenuhi biaya kehidupan kami selanjutnya”, ungkap Marina Sinaga seorang ahli waris sesunggukan.
Dengan berurai airmata, ia tak kuasa menahan sedih, jeritan tangisnya pun pecah, suasana gedung hening. “Kami sangat terbantu, terutama untuk meneruskan kehidupan tanpa suami, bagaimana lah anak anak kami tanpa ada lagi pencari nafkah. Terimakasih kepada Pemko dan Pemkab, terimakasih Jamsostek,” imbuhnya dengan nada terbata bata.





