Tidak hanya dalam pemanfaatan dana desa dan ADD, lanjut Yos Tarigan, PSN yang lokasinya bersinggungan langsung dengan 7 desa juga perlu didukung oleh kepala desa dan seluruh elemen masyarakat. Kalau ada dampak atau permasalahan yang timbul, segera diskusikan untuk mencarikan solusinya.
Pemateri lainnya, Jaksa Fungsional Novalina Kristina Manurung membawakan topik pengenalan tentang pentingnya pengamanan pembangunan strategis dan Jaksa Fungsional Joice V Sinaga membawakan materi tentang pentingnya penggunaan produk dalam negeri, sementara perwakilan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Maruli Simatupang menyampaikan progres pembangunan bendungan Lau Simeme dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, bendungan yang ditargetkan akan menampung 21,07 juta m3 ini mulai dikerjakan pada akhir tahun 2017. Sesuai target, masa pelaksanaan proyeknya berlangsung hingga pertengahan tahun 2022.
Konstruksi bendungan dibangun secara bertahap dalam dua paket, dan menelan biaya APBN sebesar Rp 1,38 triliun. Kegiatan pekerjaan terdapat dua paket dan on proses dengan berbagai progres yang telah ada.
Bendungan Lau Simeme dirancang mengikuti tipe zonal dengan timbunan batu. Bendungan ini memiliki tinggi 77 meter, lebar puncak 11 meter dan panjang puncaknya 205 meter. Sementara luas area genangan adalah 246,80 hektar.
Kehadiran Bendungan Lau Simeme bisa dimanfaatkan sebagai sumber irigasi lahan pertanian di wilayah Bandar Sidoras seluas 3.082 hektar dan daerah irigasi Lantasan sebesar 185 hektar.
Selain itu bendungan bisa menjadi penyediaan air baku kepada PDAM Tirtanadi dan Tirta Deli Provinsi Sumut sebesar 3,00 m3/detik. Bendungan ini juga dapat menjadi sumber pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,80 MW dan mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sumut.
Manfaat lain dari Bendungan Lau Simeme yakni menjadi infrastruktur pengendali banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Harapannya bendungan dapat mereduksi derasnya aliran air hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan hingga sebesar 86,00 m3/detik.





