Disinggung penggunaan Gula Kristal Rafinasi dalam produk mereka, Dono Jumadi menjawab berputar, namun dia tak menampik saat-saat kebutuhan tinggi perusahaan mereka menggunakan gula industri itu.
“Itu tergantung kebijakan manajemen pak. Kalau kebutuhan tinggi, maka digunakan juga. Yang jelas hasilnya sesuai dengan baku mutu untuk di pasarkan ke konsumen,” tegasnya.
Namun data diperoleh membuat wartawan terperangah. Dari info diterima diketahui, Selasa (20/9/2022) manajemen PT PIR diduga mengeluarkan goni plastik bekas isi 50 Kg sebanyak puluhan ribu lembar merk XXX yang tertera tulisan ‘Hanya Untuk Kebutuhan Industri’.
Menanggapi masalah ini, Manajemen PT PIR Dono Jumadi berstatemen mengambang. Dia tak menjawab jelas dan hanya mengaku tak bisa memverifikasi kepunyaan PT PIR atau bukan karena diluar kendalinya.
“Klo bpk bcr goni yg bpk mksd, kita gk bs verifikasi itu punya kita atau bukan, karena d luar kendali kami,” jawabnya dalam laman Whats App nya, Rabu (21/9/2022) membalas konfirmasi wartawan.
Wartawan mengakumulasikan, bilangan gula rafinasi yang diambil dari goni bekas ini merk XXX berjumlah ribuan ton yang dikalikan selisih harganya bisa mencapai miliaran rupiah yang akan menjadi keuntungan yang diraup pengusaha.
Praktek penggunaan Gula Kristal Rafinasi menjadi bahan baku Gula Kristal Putih untuk dipasarkan ke konsumen di Sumut amat mengkhawatirkan karena akan berimbas ke dampak kesehatan.
Penegak Hukum diminta segera menindak jika ditemukan ulah jahat pengusaha yang hanya memikirkan keuntungan semata. Karena beda harga yang tinggi antara Gula Rafinasi dan Gula Kristal Putih mencapai Rp.4.000,- lebih ini memang amat menggiurkan.
Dalam beberapa artikel yang dikutip media ini disebutkan, seseorang akan mengalami pengeroposan tulang jika mengonsumsi gula rafinasi secara terus menerus.
“Bahaya lainnya adalah meningkatnya risiko diabetes yang sangat tinggi karena gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah),” tulis artikel kesehatan itu.





