Andrew Carnegie Hasibuan diberi Amanah Sebagai Ketua IMA Tabagsel Medan Periode 2022-2024 – Sinarsergai
Blog

Andrew Carnegie Hasibuan diberi Amanah Sebagai Ketua IMA Tabagsel Medan Periode 2022-2024

×

Andrew Carnegie Hasibuan diberi Amanah Sebagai Ketua IMA Tabagsel Medan Periode 2022-2024

Sebarkan artikel ini

MEDAN,Sinarsergai .com – Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan Medan (IMA-TABAGSEL Medan) melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) ke 7 dengan tema “Regenerasi Estafet Kepemimpinan Sebagai Kontinitas Gerakan Perubahan”. Kegiatan ini dilaksanakan di XC Cafe and Resto, Jl. Tuasan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut),Sabtu (24/9/2022) sekira pukul 20.30 WIB, berlangsung sukses.

Musyawarah tersebut dibuka secara resmi oleh Pimpinan Sidang IMA TABAGSEL Medan, Ahmad Ridwan Siregar SH.

Dalam sambutannya, Ahmad Ridwan Siregar SH sebagai pimpinan sidang menjelaskan, bahwa Mubes IMA Tabagsel Medan ini merupakan Mubes yang ke 7, dan organisasi ini merupakan wadah Paguyuban, tempat berkumoul kekeluargaan IMA Tabagsel sama-sama berjuang melanjutkan pendidikan di daerah Medan.

Sehingga banyak memberikan kepedulian terhadap daerah, termasuk untuk memajukan daerah atau setidaknya menjaga nama baik dan mitra daerah di tempat perkuliahan,” ujarnya.

Masih ungkapan Ridwan, organisasi yang lahir sejak tahun 2008 ini, sangat membutuhkan support termasuk dorongan dari pemerintah daerah untuk memperlancar program unggul organisasi melalui bidangnya masing masing, diantaranya, Pendidikan, peggiat sosial, ekonomi kreatif bahkan penulisan ilmiah termasuk menggalakkan system’ literasi yang menjadi perbincangan hangat masa kini,” tuturnya.

Mahasiswa yang lahir dari IMA Tabagsel Medan ini sudah banyak yang berprestasi. Namun minimnya publikasi dan mediasi sehingga banyak program- program yang belum tersampaikan oleh orang banyak.

“Dengan ini mengajak kepada seluruh kader aktif untuk menggalakkan media dan teknologi dengan melihat canggih nya masa teknologi sekarang ini,”ucapnya.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah untuk tidak mendoktrin pendapat dan audiensi mahasiswa.

“Tidak berharap lebih, keinginan terbesar adalah jangan sampai ada pembatas antara pemerintah dengan mahasiswa untuk melakukan diskusi, apalagi bertukar pikiran khususnya untuk membangun daerah kelahiran. Banyak hal yang unik dan menarik yang kami dapatkan di Sumatera Utara dan ini mungkin saja dapat sama-sama kita realisasikan di tanah kelahiran termasuk ekonomi kreatif, pertanian dan lingkungan hidup,”bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *