Terkait pernyataan Sekda Arpan yang mengatakan bahwa Gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah, Razman kemudian mempertanyakan siapa yang melantik Bupati, Walikota maupun Gubernur.
“Mendagri atas nama Presiden kan? Lalu kenapa bisa muncul surat pendelegasian dan penunjukan Plt Bupati Palas kepada Zarnawi dari Gubsu?,” tanya Razman lagi.
Arfan yang tampak gugup menjawab bahwa soal itu bukanlah kewenangannya.
“Lho kenapa Anda lepas tanggungjawab? Itu inisiasi Anda sendiri tanpa berkordinasi dengan DPRD. Dan karena surat Anda itu, terbjt dua surat pendelegasian dan penunjukan Plt,” kata Razman.
Keganjilan lainnya, dalam surat penunjukan Plt tersebut tidak tertera pertanggungjawaban kepada siapa, belum lagi dalam penggunaan anggaran yang berjalan.
Sehingga hal ini banyak keganjilan, dimana pengangkatan itu harus berdasarkan SK Plt dari Mendagri dan Bukan Surat Penunjukan dari Gubernur Sumatra Utara.
“Belum lagi saat kedatangan Tim dari Pemprovsu ke rumah TSO. Anda selaku Sekda ketika menelpon ajudan menyatakan bahwa kunjungan silaturahmi, lalu tensi-tensi. Namun kemudian muncul surat yang hasil diagnosa dari rumah sakit perawatan semula dan bukan hasil Tim yang dari Pemprovsu,” ujarnya.
Dalam persidangan, dua saksi yang dihadirkan secara terpisah tampak sering berubah-ubah dan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penggugat maupun Ketua Majelis hakim, saksi terlihat gugup.
Ketua Majelis Hakim, Christian Edni Purba, pun akhirnya memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan.
Usai persidangan, Razman Arif Nasution mengatakan bahwa sejauh ini pernyataan para saksi-saksi selama persidangan semakin menguatkan banyaknya kejanggalan atas terbitnya surat Gubsu atas penunjukan Wabub Palas Zarnawi sebagai Plt Bupati Palas.
“Ini semakin terang benderang. Hari ini, kesaksian di persidangan kembali menguatkan apa yang menjadi objek gugatan. Seperti yang disebutkan saksi tadi, observasi hanyalah pengamatan sederhana. Dan seyogyanya dilakukan pemeriksaan komprehensif di rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Tidak cukup hanya dengan pengamatan sederhana menggunakan alat tensi gitu saja,” ungkapnya.





