ACEH TIMUR,Sinarsergai.com – Sedih benar yang dialami oleh Rasyidi (50) warga Dusun Selamat Desa Seuneubok Tengoeh, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur. Pasalnya, sudah 77 tahun Indonesia Merdeka, namun selama 19 tahun ia tingga di rumah bersama Badriah (44) istri dan dua belas anaknya tidak pernah melihat cahaya listrik dan mendapatkan air bersih di rumah berukuran 3 x 4 meter.
Menurut penuturan Rasyidi, setiap hari ia harus menempuh jarak cukup jauh untuk sampai ke Jalan Raya diperkirakan mencapai 2 Km. Hal itu disebabkan rumah gubuk itu didirikan persis di bawah perbukitan. Setiap mau ke Jalan Raya, ia dan istri maupun anaknya harus meliewati perbukitan. “Ketidak mampuannya untuk membeli lahan dan bahan bangunan, makanya ia memilih membangun rumah gubuk jauh dari keramaian dan jangkaun pemukiman.”
Untuk menerangi ruamh gubuk itu kata Rasyidi, terpaksa ia a menggunakan mesin Genset berbahan bakar minyak Pertalite atau Pertamax sebagai alat penerangan ketika malam tiba. Sementara untuk kebutuhan air, Ia kerap mengambil dari Sumur warga.
“Kalau untuk air, saya biasa turun ke Sumur di bawah untuk ambil, kemudian dibawa naik ke rumah, biasa juga ke sungai yang di bawah.” Terkadang air mata menetes denagn sendirinya ketika melihat ke pemukiman warga yang lain yang serba mendapatkan kemudahan dari Pemerintah daerah.Ujarnya.
Ditambahkan Badriah, bahwa suaminya sekarang ini kondisinya sakit pada pendengaran. Jika bebicara masih mendengar dibantu dengan alat. Keseharian bekerja sebagai Penderes getah Karet yang penghasilannya hanya cukup makan sehari-hari saja. Sedihnya kata badriah, ketika tidka memiliki uang, minyak untuk menghidupkan genset pun tidak mampu dan terpaksa lilin yang dihidupkan sebagai penerangan pada malam hari.Ucapnya dengan nada sedih.
“Sungguh saya dan suami kepingin masuk sebagai pelanggan PLN sehingga mendapatkan aliran listrik setiap harinya, namun biaya untuk masuk menjadi pelanggan biayanya ternyata cukup besar hingga mencapai Rp.7 juta. Uang sebanyak itu tentunya tidak mampu bagi kami untuk memenuhinya.” Kni ia dan suaminya hanya berharap ada uluran tangan dan para dermawan maupun Pemerintah daerah berkenan memberikan bantuan. Paling tidak dengan bantuan dari Pemerintah daerah maupun para dermawan nantinya, kami bisa menikmati aliran listrik setiap ahri dan menikmati air bersih.Imbuhnya dengan penuh harapan.





