8 Anggota DPRD Samosir Dari Fraksi PDIP Tidak Hadir Rapat Paripurna P-APBD 2022, Ini Penyebabnya – Laman 2 – Sinarsergai
Blog

8 Anggota DPRD Samosir Dari Fraksi PDIP Tidak Hadir Rapat Paripurna P-APBD 2022, Ini Penyebabnya

×

8 Anggota DPRD Samosir Dari Fraksi PDIP Tidak Hadir Rapat Paripurna P-APBD 2022, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Teks foto : Pilippus Pandiangan, salah seorang Anggota DPRD Samosir dari Fraksi PDIP

Lanjut lagi diungkap Philippus Pandiangan, sebelumnya pada APBD Tahun 2022 yang diparipurnakan pada Tahun 2021 lalu, seluruh Anggota DPRD dari Fraksi PDIP walk out dari ruang paripurna karena adanya muncul anggaran untuk biaya honor 5 orang anggota TBPP, yang akhir nya anggaran itu tetap ditampung karena disetujui DPRD lewat voting.

” Akhirnya anggaran biaya honor untuk 5 orang anggota TBPP pun menjadi temuan Badan Pemeriksa  Keuangan  Republik Indonesia (BPK-RI) “, ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan orang yang mengaku ” Aliansi Masyarakat Samosir ” yang dikoordinir oleh Manginar Sitanggang alias Amco, datang ke kantor DPRD Senin kemarin pada tanggal 3 oktober, mendemo sembilan anggota dewan dari 10 orang yang tidak hadir pada rapat paripurna.

Delapan orang diantaranya anggota dewan dari Fraksi PDIP yang sejak awal pembahasan anggaran memprotes beberapa penggunaan anggaran yang tidak rasional dan tidak pro rakyat pada Rencana PAPBD, seperti dana untuk gaji Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP), biaya sewa Hotel Vantas sebagai rumah dinas sementara Kepala Daerah yang diduga milik orang tua Bupati Samosir Vandiko Gultom.

Aliansi Masyarakat Samosir tersebut  juga  mendemo satu orang anggota dewan dari  Partai Golkar, Polten Simbolon. Selain ke Kantor DPRD, massa pendemo juga mendatangi kantor DPC Golkar  di Pangururan.

Dari  sembilan orang yang didemo, dua diantaranya, Pilippus Pandiangan dan Juliaman Hutabalian turut hadir di Kantor DPRD menerima kedatangan pendemo.

Sementara, saat DPRD Samosir menerima perwakilan massa pendemo di Gedung DPRD, Philippus Pandiangan dikecam habis-habisan oleh pendemo,  karena dianggap  sebagai penyebab gagalnya pengesahan P-APBD. 

Sebab  Aliansi Masyarakat Samosir beranggapan P-APBD adalah kepentingan masyarakat Samosir. (JM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *