“Tapi hendaknya tim verifikasi itu datangnya dikabarkan terlebih dahulu, sehingga para pedagang bisa hadir,” ujarnya.
Harapannya kepada Walikota Medan Pak Bobby supaya kami mendapatkan kepastian untuk berdagang dengan nyaman untuk mencari nafkah bagi keluarga kami.
Selain itu juga akunya lagi, bahwa kami para eks pedagang lapangan buku lapangan Merdeka merupakan berasal dari Titi Gantung pernah menjadi IKON Kota Medan.
Lanjutnya lagi, kami para pedagang buku ini, turut serta membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama para generasi muda dan golongan menengah ke bawah.Jadi hal itu seharusnya turut diperhatikan para pemangku kebijakan di kota Medan.
Selain itu, bahwa kami merupakan bagian pelaku UMKM tentunya menjadi prioritas dan dukungan dari pemerintah dalam rangka stabilitas ekonomi nasional.
Senada dengan itu, Bendahara Komunitas Pedagang Pasar Buku Kota Medan, M Yusuf mempertanyakan janji dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukimam dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan yang akan membuat Gapura Pasar Buku Medan dan Marka sebagai penunjuk arah lokasi pedagang buku di Jalan Hitam akan tetapi sampai saat ini belum ada.
Terpisah saat dihubungi melalui telephon selulernya, Kadis PKPPR Kota Medan, Ir Endar Sutan Lubis yang dikonfirmasi sekaitan surat undangan Verifikasi kepada para pedagang buku eks lapangan Merdeka mengatakan bahwa pemanggilan dilakukan secara bertahap.
“Undangannya bertahap, semua akan diverifikasi,” ujar singkat dalam pesan whatsapp. (Red)





