BINJAI,Sinarsergai.com – Masyarakat petani Mekar Jaya Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), keluhkan adanya peristiwa pembakaran, pencurian Palawija, Tembakan Senapan Angin dan pengalaman. Peristiwa yang terjadi di lahan milik petani Mekar Jaya, sesungguhnya para petani tidak tahu menahu.
Hal itu diutarakan oleh tokoh Masyarakat Binjai Abdin Zaini Sembiring saat konferensi pers di rumah kediamannya Jalan Samanhudi, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Senin (7/11/2022).
” Semoga dengan adanya Pos Polisi di Perbatasan Kelurahan Bhakti Karya dan Bagulda petani sejahtera tidak lagi ragu bercocok tanam di lahan yang sudah 15 tahun diduduki kelompok tani Mekar Jaya, kami berharap ke depannya tidak terulang lagi kejadian memilukan tersebut.
Nah, dengan berdirinya Pos Polisi berarti aman tidak ada lagi kejadian serupa seperti sebelumnya,” harap Zaini kepada awak Media.
Sambung Zaini, kemarin sepulang kami dari Poldasu silaturahmi dengan Dirkrimum tenda jaga Pos Polisi sudah ada di lokasi Bagulda dan semoga pihak penegak hukum terus berupaya menjaga kekondusifan Warga Masyarakat Kota Binjai khususnya yang berdomisili di Bhakti Karya dan Bagulda.
Sehingga, tidak terulang lagi yang tidak diinginkan antara kelompok tani dengan pihak lainnya. Karena kami disini juga tidak pernah mengganggu kelompok lainnya dan kami inginkan semuanya dibicarakan dengan baik-baik.
” Jika komunikasi baik, Insyaallah semuanya akan berjalan dengan baik. Selama 15 Tahun Petani disini tidak pernah bentrok dengan siapapun juga. Marilah kita sama-sama membangun Binjai yang lebih baik lagi dengan caranya masing-masing.
Kalau dengan cara saya pastinya ada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang terbantu dengan cara bercocok tanam di lahan Bhakti Karya. Saya juga lahir di Bhakti Karya,” terang Zaini Kepada Awak Media.
Masih Kata Zaini, dirinya juga berharap kepada pihak manapun juga untuk tidak mencampuri urusan Petani Mekar Jaya. Kasihan masyarakat Bagulda yang tidak ngerti apa-apa menjadi hasutan orang yang tidak bertanggungjawab.





