Magot BSF atau yang biasa disebut lalat tentara, lanjutnya menjelaskan, Lalat BSF jauh lebih cepat mengurai sampah bila dibandingkan dengan hewan pengurai lain.
” Salah satu cara penting dilakukan adalah memulai pengelolaan sampah sejak dini. Mulai dari rumah, dengan cara memisahkan sampah organic dan non organic untuk diberikan makanan Maggot BSF “, jelas nya.
Selain keberlangsungan menjaga pelestarian lingkungan, juga menurut nya, dengan budidaya Lalat BSF yang mampu mendegradasi sampah organik juga dapat mendukung untuk program pertanian.
” Hal ini juga akan menjadi salah satu solusi untuk mampu membuat permasalahan sampah teratasi. Selain lingkungan terjaga, sisa sampah organik yang diurai lalat BSF ini juga sangat bagus untuk dijadikan pupuk “, ujarnya.
” Ini sudah kita sosialisasikan bagi masyarakat desa. Keberadaan Maggot, pertimbangan menarik bagi mereka yang memiliki hewan ternak. Maggot tidak mengandung bahan kimia dibanding dengan pakan ternak pada umumnya, dan sudah ada juga masyarakat yang memulai “, pungkasnya. (ril/R-04)





