“Relawan medis juga kami siapkan dan kami tempatkan di Posko BPBD, untuk membantu petugas dan relawan terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan pengecekan kesehatan, kita menyadari bahwa petugas dan relawan adalah mereka yang berada di garis depan dalam menangani karhutla ini, tentu kebutuhan medis mereka harus juga diperhatikan, seperti penyediaan vitamin, obat-obatan dan layanan medis lainnya”.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Ahmad Syar’i dalam sambutannya saat melaunching mobil oksigen mengatakan bahwa Muhammadiyah wajib ikut berpartisipasi dalam menangani bencana, khusunya karhutla yang terjadi di Kalteng.
“Ini menjadi bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Muhammadiyah, kita harus terus berusaha maksimal mengerahkan sumber daya yang dimiliki Muhammadiyah dalam rangka kemashalatan umat, salah satunya yang dilakukan oleh MDMC ini, yaitu turut serta dalam penanganan karhutla.
Beliau juga mengapresiasi atas inisiasi yang dilakukan MDMC dengan program ini. “Tentunya PWM Kalteng mendukung penuh dan mengapresiasi atas apa yang dilakukan MDMC ini, dan tentunya tetap harus mengikuti arahan dari instansi Pemerintah yang berwenang untuk tupoksinya di lapangan”.
Saat ini Muhammadiyah Kalteng telah menurunkan MDMC yang turut bergabung bersama Pemerintah dan relawan lainnya dalam penanganan karhutla di beberapa daerah di Kalteng, salah satunya Kota Palangka Raya oleh MDMC Kota Palangka Raya dan di Kabupaten Kotawaringin Timur oleh MDMC Kotawaringin Timur.(PL/ril)





