Program monumental infrastruktur juga harus diprioritaskan kelanjutannya terutama proyek multi years contract (MYC) pembangunan jalan dan jembatan propinsi strategis daerah.
Proyek yang dikenal dengan sebutan Proyek Jalan Rp 2,7 Triliun ini Sudah realisasi 56,89 % posisi 27 Agustus 2023.
Dengan posisi ini maka total panjang ruas yang telah ditangani sepanjang 262 kilometer dari total 450 kilometer se-Sumut. Diharapkan proyek MYC meski sesuai kontrak hingga 2024 namun dapat tuntas akhir 2023.
Ketua FKDM Sumut Dr H Ismail Efendy MSi juga mengapresiasi selama kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi sejak 2019 Sumut memperoleh prestasi nasional dengan perolehan penghargaan dari pemerintah pusat sebanyak 95 Award.
Posisi ini menempatkan Sumut ututan kedua dari seluruh propinsi di Indonesia atau urutan kedua di bawah Jawa Barat yang memperoleh 345 Award dan di atas Jawa Timur 74 Award.
Ketua FKDM Sumut juga memberi apresiasi hingga akhir masa jabatan Gubsu Edy Rahmayadi periode pertama bersama wakilnya Musa Rajekshah berhasil menitipkan prestasi monumental bagi pemerintah propinsi dan masyarakat Sumut yakni “Sumut menuju 10 kali WTP”.
Itu artinya dalam kepemimpinan Edy Rahmayadi lima tahun ini lengkap beliau mempersembahkan WTP setiap tahun meneruskan kepemimpinan sebelumnya sehingga Sumut sudah memperoleh 9 kali WTP berturut-turut selama 9 tahun.
Jadi wajar katanya upaya selanjutnya untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut disikapi sungguh-sungguh ke depan karena memiliki nilai khusus.
Ketua FKDM Sumut mengakui WTP merupakan kewajiban bagi seluruh Pemda sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Walau begitu,untuk mencapainya bukan hal yang mudah.
Menurutnya keberhasilan kepemimpinan Edy Rahmayadi memperoleh 9 kali WTP berturut-turut merupakan momentum untuk penyusunan keuangan yang baik bagi Pemda. Seluruh Pemda diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.(Mdn/ril)





