Derita Pedagang Semenjak Direlokasi ke Pasar Rakyat Sei Rampah – Sinarsergai
Daerah

Derita Pedagang Semenjak Direlokasi ke Pasar Rakyat Sei Rampah

×

Derita Pedagang Semenjak Direlokasi ke Pasar Rakyat Sei Rampah

Sebarkan artikel ini

SERGAI,Sinarsergai.com- Pemkab Serdang Bedagai yang peduli dengan para pedagang di Sei Rampah melakukan penataan dengan menyiapkan bangunan baru. Bangunan yang disiapkan itu ada dua unit, Gedung Blok A dan B diperkirakan menghabiskan uang mencapai Rp.3 Miliyar lebih yang diberi nama Pasar Rakyat Sei Rampah dengan daya tampung mencapai 320 unit kios untuk Gedung Blok A dan Blok B juga ratusan kios. Pembangunan Pasar Rakyat itu selesai dikerjakan pada awal tahun 2019 dan sekaligus diresmikan.

Pembangunan dua unit gedung tersebut mempergunakan uang yang bersumber dari ABPN tahun 2017-2018 sebagai tempat baru bagi pedagang Sei Rampah dengan kata lain direlokasi. Setelah diresmikan secara bertahap pedagang yang selama ini berjualan sejajar dengan toko-toko yang ada di Kota Sei Rampah dipindahkan. Lapak yang lama pun dikosongkan.

Setelah pindah, tampak kiso yang baru diisi semua oleh para pedagang dan ramai jadinya. Namun berjalan setahun setelah peresmian, mulai kelihatan para pedagang ada yang jualan dan ada yang tidak dengan alasan pengunjung sepi dan pendapatan mulai berkurang. Untuk membantu penjualan para pedagang yang baru menempati Pasar Rakyat Sei Rampah,Pemkab Sergai pada tahun 2021 melahirkan program Gerakan Belanja Bersama Kebutuhan Dapur dan Harian di Pasar Rakyat (Grebek Dahsyat), pada September 2021, salah satunya belanja di Pasar Rakyat Sei Rampah.

Program itu tergolong berhasil, pendapatan para pedagang perlahan meningkat, namun ditahun 2022, pendapatan pedagang mulai menurun kembali karena pengunjung dan pembeli semakin sepi diakibatkan merebaknya Virus Corona yang mematikan, sehingga banyak waga yang tidak berani keluar rumah.

Pendapatan pedagang pun semakin menurun hingga sampai sekarang tahun 2025 ini. Alhasil banyak lapak kios yang ditinggalkan oleh pedagang di Blok A dan Blok B, diperkirakan mencapai ratusan kios kosong melompong dan sia-sia bangunan tersebut yang menghabiskan Miliyar Rupiah. Selidik punya selidik, banyak pedagang tidak berjualan lagi karena alami “Gulung Tikar”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *