Nah, saat dilakukan investigasi di lapangan diterima penejlasan dari Vera br Damanik (45) pedagang Ikan Asin,warga Kampung Keling Desa Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah, Sergai,Sumatera Utara, Rabu (4/3/2025), ada sekitar 10 kios di Blok B ditinggalkan pedagang karena alami Gulung Tikar.”

Ia juga menuturkan bahwa pendapatannya semenjak disini diperkirakan tahun 2022 mengalami penurunan drtais hingga sekarang. Diakuinya, pendapatan pedagang itu lebih bagus saat berjualan di lapak yang lama di Kota Sei Rmapah ketimbang di Pasar Rakyat Sei Rampah ini.
Kalau ditemapt yang lama, semangat kita berjualan saat Bulan Suci Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri,karena pengunjung dan pembeli ramai datang. Beda disini pengunjung dan pembeli sepi.
Dikatakannya lagi, semenjak dilakukan relokasi, hampir semua pedagang mengeluh karena pembeli sepi dan pendapatan jauh berkurang. Lebih bagus tempat yang lama itu dilakukan renovasi saja dan pedagang tetap berjualan disana. Tapi, sebutnya, para pedagang mana berani membantash pemerintah daerah,
Jika dilihat dari tempat, katanya, lebih bagus tempat ini terhoindar dari kehujanan, tapi sanghat disayangkan lokasinya jauh dari jalan sehingga menyulitkan bagi masyarakat untuk datang kesini. Tidak ada transportasi yang bisa langsung mengantarkan masyarakat kesini.
Selain masalah kurangnya pendapatan dan relokasi, para pedagang di Pasar Rakyat Sei Rampah kemarin sempat protes atas kenaikan sewa kios dari Rp.1500 menjadi Rp.3000/kiosnya.
Sementara pendapatan para pedagang semakin menurun, kenapa uang sewa malah dinaikan. Nah kenapa masalah keluhan paa pedagang ini tidak langsung disampaikan kepada Bupati Sergai H.Darma Wijaya yang baru-baru ini melakukan peninjauan ketersediaan sembako dan cek harga ke Pasar Rakyat Sei Rampah, saat itu ucap Vera, Bupati dan rombongan hanya lewat tidak ada bertanya kepada pedagang.Mestinya Bupati itu datang kesini jangan hanya lewat doang, tanya pedagang apa keluhannya dan bagaimana hasil penjualannya.Ungkap Vera.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Nedia br Simbolon, pedagang Sayur Mayur, warga Dusun III Desa PON Kecamatan Sei Bamban,semenjak berjualan di Pasar Rakyat Sei Rampah ini, hutang pun tidak bisa dibayarkan lagi. Bukannya pedagang disini meningkat pendapatan nya,eh malah semakin terpuruk.













