Mubazir, Pembangunan Dua Unit Gedung Pasar Rakyat Sei Rampah Habiskan Uang Mencapai Rp5,6 Miliyar – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Mubazir, Pembangunan Dua Unit Gedung Pasar Rakyat Sei Rampah Habiskan Uang Mencapai Rp5,6 Miliyar

×

Mubazir, Pembangunan Dua Unit Gedung Pasar Rakyat Sei Rampah Habiskan Uang Mencapai Rp5,6 Miliyar

Sebarkan artikel ini

*Mubazir*

Di tempat yang berbeda, Rahmad salah seorang pemuda di Kabupaten Serdang Bedagai saat dimintai tanggapannya saat berada di Sei Rampah, Kamis (5/4/2025), terkait banyaknya Los yang kosong dan tidak di tempati oleh para pedagang di Gedung Blok B dan Blok A di Pasar Rakyat Sei Rampah, mengatakan, sungguh sangat disayangkan kedua bangunan itu tidak dipergunakan. Uang Negara sudah banyak dihabiskan hingga mencapai Miliyaran rupiah untuk membangunnya. Ini diduga mungkin tanpa perencanaan yang matang sebelum dilakukan pembangunan dan relokasi,pembangunan itu juga terkesan dipaksakan saja.

Diharapkan Pemerintah Kabupaten Sergai tidak membiarkan uang negara yang telah dikucurkan Miliyaran Rupiah itu tidak bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi mubazir. Kasihan rakyat yang terus membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pajak Penerangan Jalan,(PPJ), bayar Retribusi dan pajak lainnya.

Nah, jika saja dana sebesar Rp.5,6 Miliyar itu dipergunakan untuk pembangunan jalan,irigasi dan sarana kesehatan, maka sudah berapa panjangnya jalan bisa dibangun, berapa unit sarana kesehatan bisa direnovasi dan berapa banyak pula saluran irigasi yang bisa dibangun. Jelas itu peruntukan nya dan memberi manfaat besar bagi masyarakat luas, ketimbang di bangun dua unit gedung itu dengan uang Negara Miliyaran rupiah, tapi hasil nya sia-sia. Masalah pembangunan dua unit gedung Blok A dan B Pasar Rakyat Sei Rampah, kata Rahmad, perlu juga dilakukan pemeriksaaan oleh pihak jaksa dan polisi Sumatera Utara.

Teks Foto : Sekretaris HIMPPERA Dian Surya Lesmana

Sementara Sekretaris HIMPPERA (Himpunan Pedagang Sei Rampah) Dian Surya Lesmana Laksmana, Rabu (4/4/2025) menuturkan, di Gedung Blok B ini hanya 10 orang saja kemarin dan sudah dialihkan ke Blok A. Memanag sudah lama Blok B ini Los itu tidak banyak yang kosong karena tidak di tempati oleh pedagang. Selain itu, mungkin dikarenakan sepi pengunjung juga.

Permasalahan yang utama kata Dian, kondisi gedung tersebut butuh perbaikan dengan membuka banyak pintu sehingga terbuka lebar dan masyarakat dapat melihat para pedagang itu dari luar. Sementara saat ini gedung Blok B itu sangat sedikit pintu dan konsumen tidak dapat melihat pedagang yang berjualan di dalam itu dari luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *