SERGAI,Sinarsergai.com- Tokoh Pemuda Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Khairul Syahputra Daulay secara tegas menyampaikan “Pembangunan Gedung Pasar Rakyat Sei Rampah,Kabupaten Sergai,Sumatera Utara, berdiri di Desa Sei Rampah, pada tahun 2017 dan 2018 dengan mempergunakan uang dari APBN tahun 2017-2018 yang diperkirakan mencapai Rp.5.618.900.000, perlu dilakukan pemeriksaan. Ia juga meminta pihak Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terkait.”tegasnya Kamis (5/4/2025).
Masih penuturan Khairul, Bangunan Blok B dan A Pasar Rakyat Sei Rampah itu ternyata banyak yang tidak memberi manfaat bagi para pedagang dan malah menjadikan pedagang Sei Rampah semakin terpuruk. Sementara uang Negara sudah Miliyaran rupiah telah dihabiskan untuk pembangunan dua unit Pasar Rakyat tersebut. “Ini perlu ada tindaklanjut dari pihak Kejatisu. Ia juga meminta dilakukan pemeriksaan proses pelaksanaan pembangunan nya dan selanjutnya, bahan bangunannya diduga juga tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).”ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Bangunan di Blok B masih banyak Los yang tidak dipergunakan sejak diresmikan dan begitu juga di Blok A, ada sebanyak 10 Los masih kosong karena para pedagang alami Gulung Tikar.Untuk itu ia memimnta persoalan ini dapat ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Kejatisu.Ungkap Khairul.
Sedangkan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sergai Roy C.S Pane yang diminta penjelasan soal apa penyebab bangunan Blok B yang dibangun dengan dana APBN tahun 2018 sebesar Rp. 5,6 Miliyar tidak di tempati oleh para pedagang.
dan selanjutnya dipertanyakan juga terkait bagaimana Dinas Perindagsar Sergai menyikapinya agar bangunan blok B itu tidak menjadi sia-sia dan mubazir. Dan berapa banyak jumlah Los yang di blok B dan A yang kosong Bg, bagaimana pihak Dinas Perindagsar mengatasi nya, Kamis (5/4/2025) sekira pukul 12.54 WIB, belum ada jawaban hingga jarum jam menunjukan pukul 13.45 WIB.(Tim)