Ia berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bisa mengelola sampah itu dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan dan dapat memindahkan lokasi TPA ke tempat yang nyaman jauh dari pemukiman warga.Harapnya.
Nuriana seorang ibu rumah tangga mengaku ia lebih dahulu mendirikan rumah daripada TPA itu, namun Pemerintah kabupaten Sergai tidak pernah meminta persetujuannya dioperasikannya TPA tersebut yang tidak jauh dari rumahnya. Bau busuk yang berasal dari sampah itu sungguh menyesakan pernafasan dan banyak warga yang duduk di warungnya merasa terganggu dengan lalat warna hijau berkeliaran di warung kopi nya itu setiap hari. Sungguh mersahkan sekali.ucapnya.
“Masalah sampah di TPA itu sudah sejak lama diresahkan masyaarkat yang melintasi jalan ini dan warga sekitar,sebab banyak Lalat yang berkeliaran hingga ke rumah dan air yang ada disini tidak bisa digunakan karena baunya sangat menganggu pernafasan dan bisa menganggu kesehatan.Ia berharap Pemerintah Sergai segera mengatasinya. Ujar Muhammad Effendi, warga sekitar yang setiap hari menjual Kopi,The dan minyak eceran.(Tim)













