Kini tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah kabupaten di kawasan GKT benar-benar mencurahkan perhatian untuk memelihara dan melestarikannya. Kelompok seni dan budaya di berbagai daerah perlu digerakkan, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga pesona budaya layaknya Bali.
“Kolaborasi dari pemerintah pusat hingga desa, bersama masyarakat, pelaku usaha wisata, dan seluruh pihak terkait, harus terjalin erat demi mewujudkan GKT sebagai destinasi berkelas dunia,” ujarnya seraya menyatakan
Paket wisata Danau Toba dan Barus harus satu paket yang tidak bisa dipisahkan
Nainggolan mengakui menyatukan potensi pusat, provinsi, dan daerah bukanlah mudah. Namun berkat kerja keras bersama hak itu dapat terwujud.
Ia menambahkan, Gerakan Hijaukan Toba yang digagas Gubernur juga terbukti memberi kontribusi besar dalam setiap tahapan proses pengakuan UNESCO.
Dia mengakui tahapan revalidasi dipenuhi tantangan: mulai dari penataan kelembagaan, penguatan masyarakat, hingga penataan geosite sesuai standar internasional. Tekanan besar juga diketahuinya datang dari tuntutan UNESCO agar pengelolaan mampu menjaga warisan geologi, ekologi, dan budaya yang terkandung di kawasan Danau Toba.
Namun, semangat tidak pernah padam. Alih-alih menyerah, setiap kesulitan dijadikan energi untuk mencari solusi. “Kita melihat dengan belajar bahwa tantangan hanya bisa dijawab dengan kerja nyata dan kolaborasi,” katanya.
RE Nainggolan juga apresiasi Badan Pengelola GKT terdiri dari Dr Azizul Kholis, Debbie Riauni Panjaitan, Tikwan Raya Siregar, Ovi Vensus Hamubaon Samosir dan Petrus Parlindungan Purba yg pada awalnya menemui banyak hambatan dan tantangan, namun terus berjuang dan bekerja keras sesuai dgn harapan Gubernur dan Masy Sumatera Utara.
*Kepemimpinan yang Menyatukan*
Sejak dilantik pada Februari 2025, Bobby Nasution langsung menetapkan target: Toba harus kembali meraih green card. Ia memimpin langsung persiapan revalidasi UNESCO yang berlangsung pada Juli 2025. Berbagai langkah strategis ditempuh: memperkuat koordinasi tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba, membenahi geosite, memperbaiki sarana informasi, hingga menggiatkan riset geologi.













