Lokasinya strategis, tidak jauh dari pusat Kota Medan, dengan fasilitas umum, air bersih, dan penataan lingkungan yang dinilai sangat baik. Bahkan, menteri yang meninjau pembangunan itu memberi nilai delapan dari sepuluh, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas bangunan dan tata kawasan.
Langkah Husein ini menjadi cermin betapa empati bisa menular. Dari satu niat baik Gubernur Bobby Nasution, lahirlah rantai kepedulian yang melibatkan sektor swasta — sebuah sinergi yang jarang terjadi namun sarat makna.
Dalam konteks sosial, kebijakan gubernur yang menaruh perhatian pada kesejahteraan wartawan juga menjadi bentuk penghargaan terhadap peran pers sebagai mitra pembangunan. Wartawan bukan hanya pelapor fakta, melainkan juga pengawal akuntabilitas publik yang berhak atas kesejahteraan dasar seperti perumahan.
Sementara itu, langkah Husein menunjukkan wajah lain dunia usaha: bukan semata mengejar keuntungan, tetapi turut hadir dalam gerakan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam situasi ekonomi yang kerap penuh ketidakpastian, keputusan untuk menggratiskan biaya puluhan juta rupiah bagi penerima manfaat tentu bukan hal ringan. Namun di sinilah nilai moralnya — bahwa keberhasilan bisnis juga diukur dari sejauh mana ia mampu memberi makna bagi sesama.
Jika tak ada aral, Perumahan Bungsu Sierra di Namorambe akan dilaunching secara resmi pada 27 November 2025, bersamaan dengan penyerahan simbolis rumah kepada penerima manfaat.
Momen itu diyakini akan menjadi bukti bahwa empati, bila dijalankan dengan tulus, dapat menjelma menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan harapan baru.
Karena pada akhirnya, seperti yang diperlihatkan Bobby Nasution dan Husein, membangun Sumatera Utara tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi bisa dari sesuatu yang sederhana — sebuah kepedulian yang menyentuh hati dan menggerakkan orang lain untuk berbuat kebaikan yang sama. *(Penulis zulfikar tanjung bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers)*













