Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku – Laman 2 – Sinarsergai
DaerahNasional

Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku

×

Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku

Sebarkan artikel ini

 

“Kita berterima kasih kepada SinemArt yang sudah memproduksi sebuah film yang luar biasa. Ini betul-betul menggambarkan situasi keseharian yang selama ini dianggap sebagai sebuah aib, selama ini dianggap memalukan kalau diceritakan, tetapi justru dibuka untuk pendidikan kepada publik bahwa kekerasan terhadap perempuan di dalam rumah tangga harus dihentikan,’ katanya.

 

Setiap tahun rata-rata Komnas Perempuan menerima 4600an kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus KDRT, dengan factor penyebab utama adalah ideologi patriarki yang memahami bahwa laki-laki adalah sosok yang sempurna, perempuan adalah orang di posisi kedua.

 

“(Penyebab) kedua adalah faktor sosial, ekonomi dan lain-lain adalah nomor sekian, tapi yang utama adalah ideologi patriarki karena dari budaya patriarki ini dampaknya merugikan yang lemah,“ kata Dr. Maria Ulfah.

 

Dr. Maria Ulfah menerangkan Indonesia telah memiliki payung hukum yang menjamin perempuan yang menjadi korban KDRT dapat mengajukan perceraian.

 

Menyadari bahwa film dapat menjadi sebuah media yang dapat membangun empati, simpati dan sebuah gerakan bersama, SinemArt yang terkenal dengan produksi-produksi sinetronnya memutuskan mengangkat isu KDRT ke layer lebar lewat film Suamiku, Lukaku kata Produser Eksekutif dan CEO SinemArt David S. Suwarto.

 

“Kita berharap dengan film Suamiku, Lukaku, kita bisa mengangkat tema ini untuk membawa kesadaran memecah kesunyian sekarang dan seterusnya, supaya tidak ada lagi korban-korban, supaya suvivors dari KDRT itu bisa menemukan sebuah solusi,” kata David.

 

Aktor dan juga komedian Mieka Amalia dalam diskusi mengkonfirmasikan bahwa dirinya pernah menjadi korban KDRT yang tidak berani bicara. Berbagai bentuk KDRT yang digambarkan di film Suamiku, Lukaku pernah dialaminya. Keberanian untuk mengakhiri KDRT yang dialami muncul setelah melakukan konsultasi psikologi.

 

“Sebaiknya tidak buru-buru menikah…Perempuan harus punya pekerjaan,” kata Mieke memberi saran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *