Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku – Laman 3 – Sinarsergai
DaerahNasional

Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku

×

Edukasi Tentang KDRT Libatkan Kampus Universitas Bung Karno Melalui Diskusi Dan Preview Film Suamiku, Lukaku

Sebarkan artikel ini

Komedian Chika Waode juga bercerita bahwa ia pernah mengalami KDRT secara psikis, namun dalam waktu singkat berani mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan pernikahannya karena takut akan makin parah bila berlarut-larut.

 

“Jangan kasih 100 persen cinta kamu ke lelaki…perempuan lebih baik punya penghasilan sendiri,” kata Chika.

 

Walau pun banyak perempuan sudah berani menggugat cerai, namun KDRT belum dapat dijadikan alasan dalam gugatan tersebut, kata Direktur WCC Puantara Siti Husna Lebby Amin, S.H., M.H. seraya mengajak agar mereka yang mengalami atau mengetahui kejadian KDRT agar mencari tempat konsultasi yang tepat seperti psikolog atau lembaga layanan sepertu WCC Puantara.

 

Menurutnya KDRT umumnya disebutkan pada gugatan perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus.

 

“Kebanyakan kasus KDRT berakhir di ranah pengadilan agama (perceraian), jarang yang masuk ke ranah kepolisian…hukum di Indonesia melindungi setiap orang yang mengalami kekerasan, salah satunya kekerasan dalam ranah rumah tangga,” kata Husna mengingatkan.

 

Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Lia Nathalia berharap melalui preview film Suamiku, Lukaku dan diskusi bertema “Kenali KDRT, Ajakan Berhenti Diam Melalui Preview Film Suamiku, Lukaku“ bisa menggaungkan awareness isu KDRT.

 

“Kita harus berhenti menormalisasi KDRT, kita juga harus berhenti untuk diam, kita harus speak up dan mulai saling mendukung di komunitas masyarakat,” kata Lia Nathalia.

 

*Latar Belakang Film Suamiku, Lukaku*

 

*Film dengan Tujuan*

 

Disutradarai oleh Viva Westi dan Sharad Sharan, Suamiku Lukaku diperkuat oleh jajaran pemain ternama, di antaranya Ayu Azhari, Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, dan Mathias Muchus.

 

Setiap bintang membawa pengaruh dan suaranya untuk memperkuat pesan mendesak film ini, bahwa tidak ada perempuan yang boleh dibungkam, dimarginalkan, atau terjebak dalam lingkaran kekerasan di rumah tangga mereka.

 

*Tantangan yang Kita Hadapi*

 

Indonesia masih bergulat dengan tingginya angka kekerasan berbasis gender. Menurut laporan Komnas Perempuan 2023, tercatat terdapat lebih dari 339.000 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan mayoritas terjadi di ranah domestik. Para ahli menekankan bahwa jumlah tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi, karena banyak korban memilih untuk diam akibat stigma, ketakutan akan balasan, dan keterbatasan akses pada dukungan hukum maupun sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *