Nama Bupati Baharuddin Siagian pun dielu-elukan masyarakat saat menyaksikan pagelaran seni.
Bagi banyak warga, komitmen kepala daerah dalam acara lintas budaya tersebut menjadi penanda kepemimpinan yang tidak berjarak dan berkomitmen menjaga harmoni sosial.
Pesta Tapai Kabupaten Batu Bara selama ini dikenal sebagai tradisi budaya masyarakat Melayu pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Namun dalam perkembangannya, kegiatan ini tidak hanya memelihara warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang inklusif yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat.
Kolaborasi kesenian lintas etnis pada Pesta Tapai 2026 memperlihatkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi sarana efektif memperkuat persatuan.
Di tengah dinamika masyarakat yang majemuk, Batu Bara menunjukkan bahwa harmoni sosial dapat tumbuh ketika kebudayaan dirawat bersama.
Para tokoh etnis berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Pesta Tapai dapat terus dilanjutkan dan dijaga. Mereka meyakini, nilai persatuan dan toleransi yang tumbuh dari kegiatan budaya akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Batu Bara Bahagia, sebagaimana diharapkan seluruh masyarakat.













